Mantan Bos Repsol Honda, Ungkap Masalah di Tim Marc Marquez

Kompas.com - 21/07/2021, 08:42 WIB
Livio Suppo dan Marc Marquez. Motorsport.comLivio Suppo dan Marc Marquez.


JAKARTA, KOMPAS.com - Tm Repsol Honda sedang mengalami salah satu periode tergelap di MotoGP. Tim pabrikan Honda itu tak mampu tampil maksimal selama dua musim terakhir.

Mantan kepala Repsol Honda Livio Suppo mengatakan, masalah ini berakar dari "talenta yang dimiliki" Marc Marquez hingga akhirnya sang bintang cedera pada Juli 2020.

Tanpa Marc di lintasan kemenangan yang biasa diraih menghilang. Hingga akhirnya Honda baru juara lagi saat Marc menang di GP Jerman 2021, di sirkuit andalannya Sachsenring.

Baca juga: Federal Oil Gandeng MRT Jakarta Gelar Vaksinasi Gratis

Marc Marquez saat balapan pada MotoGP Jerman 2021. (Photo by Ronny HARTMANN / AFP)RONNY HARTMANN Marc Marquez saat balapan pada MotoGP Jerman 2021. (Photo by Ronny HARTMANN / AFP)

“Tugas kami adalah mendapatkan hasil yang bagus. Itu berjalan sangat baik dengan Casey Stoner, Marc Marquez, dan motornya. Kami juga memiliki Dani Pedrosa yang cepat dan Cal Crutchlow juga memenangkan beberapa balapan," kata Livio mengutip Tuttomotoriweb.it, Selasa (20/7/2021).

"Saya pikir kami telah mencapai tujuan. Kami membawa HRC kembali seperti semula,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun mulai tahun 2020 hingga setengah musim 2021 berjalan, Honda mengalami penurunan drastis. Fakta evolusi motor RC213V mengandalkan Marc semakin memperkeruh keadaan.

“Pada 2017 dan 2018 Dani Pedrosa mengalami masalah dengan motornya. Ini adalah tanda bahwa perkembangan hanya mengarah ke arah yang bisa ditangani Marc. Saya juga mengalaminya di Ducati bersama Casey Stoner," katanya.

Kepala tim Repsol Honda, Livio Suppo, menjawab pertanyaan dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com di Sirkuit Sentul, Selasa (21/10/2014).KOMPAS.COM/NORMA GESITA Kepala tim Repsol Honda, Livio Suppo, menjawab pertanyaan dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com di Sirkuit Sentul, Selasa (21/10/2014).

Baca juga: Alasan Kenapa Bodi Motor Didominasi Plastik

"Itu adalah situasi yang serupa dan saya tahu bahwa jika segala sesuatunya tidak berjalan dengan benar, bahkan seorang juara akan memiliki masalah,” kata Livio.

Meski Marc menang di GP Jerman 2021, hal itu tak mengubah keadaan bahwa kondisi fisiknya belum pulih 100 persen dan mengalami kesulitan dengan prototipe motor 2021.

Sedangkan menurut Livio, kedatangan mantan pebalap yang membesarkan KTM, Pol Espargarò, sejauh ini tidak membawa manfaat apa pun di Repsol Honda.

Pol Espargaro Foto: Twitter Pol Espargaro Pol Espargaro

Lebih dari itu, fakta bahwa Pol telah meminta hak mempercepat pengembangan motor merupakan skandal besar karena membuka apa yang terjadi di dalam tubuh Honda.

“Saya pikir itu keterlaluan. Saya pikir pendiri Soichiro Honda akan memecatnya karena membuat pernyataan seperti itu," kata Livio.

"Tapi itu mengatakan banyak tentang situasinya. Ini bukan pertama kalinya dia mengatakan sesuatu yang aneh. Dalam sepak bola akan ada perubahan staf di puncak klub. Bukan sekarang, karena Marc menang, tetapi sebelumnya,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X