Marak Lagi Pencurian Kaca Spion, Jangan Parkir Sembarangan

Kompas.com - 14/07/2021, 07:22 WIB
Pencurian kaca spion instagram.com/dashcam_owner_indonesiaPencurian kaca spion

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, membuat beberapa ruas jalan menjadi sepi dan jadi peluang tindak kejahatan di jalan raya.

Bagi Anda yang memarkir kendaraan pun harus berhati-hati, jangan sampai kejadian seperti video dalam unggahan akun instagram @dashcam_owners_indonesia.

Aksi pencurian kaca spion yang dilakukan oleh seorang pria di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, terekam CCTV pada Senin, (12/7/2021).

Baca juga: Mobil Terparkir Selama PPKM Darurat, Waspada Muncul Jamur pada Kabin

Dalam aksi tersebut, mobil korban terlihat parkir di luar rumah tanpa pengamanan tambahan.

Menanggapi hal itu, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, cara paling efektif untuk mencegah pencurian spion adalah dengan memilih lokasi parkir yang aman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Sony, dengan parkir di sembarang tempat, seperti pinggir jalan justru akan membuat mobil rawan terhadap kerusakan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

“Jika tidak punya garasi, kendaraan sebaiknya dititipkan kepada orang yang bertanggung jawab. Sehingga ada yang menjaga dan mengawasi agar terhindar dari kehilangan,” ujar Sony beberapa waktu lalu kepada Kompas.com.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, beberapa mobil keluaran baru kini sudah dilengkapi dengan sensor getar sebagai pelengkap pada alarm.

Fitur ini pun dinilai cukup ampuh dalam membantu sistem pengamanan pada mobil. Sayangnya, kebanyakan pemilik mobil justru memilih untuk tidak mengaktifkan fitur tersebut karena dianggap terlalu sensitif.

Baca juga: Parkir Selama PPKM Darurat, Ini Alasan Mobil Harus Berada di Garasi

“Namanya sensor getar memang sensitif terhadap gerakan, suara keras, dan lainnya, jadi kebanyakan orang memilih untuk mematikan. Padahal sensor tersebut bisa membantu mengamankan saat ada maling yang mencoba mendorong, membuka paksa kunci mobil, mengambil spion, sampai memecahkan jendela,” ucap Suparna.

Menurut Suparna, dengan mengaktifkan sensor terebut minimal akan menghambat kerja maling saat akan mencuri. Bahkan bisa membuat maling memikirkan konsekuensinya saat alarm menyala.

“Mau parkir di dalam garasi atau luar, baiknya memang semua fitur keamanan pada diterapkan. Sehingga saat kita sedang lengah atau mobil tidak dalam pengawasan ada sinyal yang menjadi pemberitahuan pada kita,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.