Mobil Parkir Selama PPKM Darurat, Mending Rem Tangan atau Diganjal

Kompas.com - 13/07/2021, 09:22 WIB
Mataram, Kompas Com -Sebuah mobil berwarna putih dengan plat no cantik DR 1 KE terparkir di garasi rumah dinas Kepala Kantor  Imigrasi Mataram, Kurniadie yang disegel KPK, Selasa dini hari (28/5/2019). Selain mobil  berplat nomer cantik terdapat sepeda motor dan mobil x-trail berwarna hitam KOMPAS. Com/Fitri.RMataram, Kompas Com -Sebuah mobil berwarna putih dengan plat no cantik DR 1 KE terparkir di garasi rumah dinas Kepala Kantor Imigrasi Mataram, Kurniadie yang disegel KPK, Selasa dini hari (28/5/2019). Selain mobil berplat nomer cantik terdapat sepeda motor dan mobil x-trail berwarna hitam

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, masyarakat diharuskan untuk tetap berada di rumah. Otomatis, mobil jadi lebih lama parkir di garasi rumah.

Meski tidak digunakan, tapi mobil juga perlu perhatian. Apalagi, jika mobil yang parkir terus menggunakan rem tangan atau handbrake. Sebab, rem tangan yang digunakan dan didiamkan dalam waktu lama berpotensi membuat sistem pengereman menjadi rusak.

Baca juga: PPKM Darurat Masih Sepekan Lagi, Jangan Lupa Rawat Rantai Motor

"Jika rem tangan aktif saat parkir mobil dalam jangka waktu yang lama, kampas rem bisa menekan brake drum sehingga bisa lengket," ujar Bambang Supriyadi, Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Penyebab utama tali rem tangan putusStanly/Otomania Penyebab utama tali rem tangan putus

Bambang mengatakan, mobil yang sudah diparkir lama umumnya sudah terjadi adhesi. Jadi, kampas rem gampang melekat pada brake drum. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya potensi lengket.

Dalam kondisi seperti ini, kampas rem akan sulit terlepas dari brake drum. Sehingga, mobil harus dipaksa jalan maju dan mundur secara berulang kali sampai kampas rem terlepas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun, kalau memang tidak bisa diakali, sebaiknya panggil mekanik bengkel resmi," kata Bambang.

Baca juga: PPKM Darurat, Pengamat Transportasi Minta Truk ODOL Ditindak Tegas

Bambang menyarankan, agar terhindar dari potensi terjadinya masalah tersebut, pemilik mobil sebaiknya tidak mengaktifkan rem tangan jika mobil diparkir lama.

Mobil akan lebih baik jika diparkir di tempat yang rata. Selain itu, roda depan atau belakang mobil diganjal dengan batu, kayu, atau benda lain yang dapat mencegah mobil bergerak maju atau mundur.

Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.STANLY RAVEL-KOMPAS.com Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.

Menurut Bambang, jika ingin tetap menggunakan rem tangan, pemilik mobil sebaiknya tetap rajin memanaskan dan menjalankan mobilnya.

"Tidak perlu lama-lama, cukup 10 sampai 15 menit saja,” ujar Bambang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X