Parkir di Depan Ruko Orang, Emak-emak Ngamuk Tak Terima Ditegur

Kompas.com - 02/07/2021, 13:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video memperlihatkan aksi seorang emak-emak marah karena mobilnya ditempeli tulisan oleh seorang pria viral di media sosial.

Dalam rekaman yang diunggah oleh akun Facebook Motuba, Kamis (1/7/2021), diketahui mobil wanita tersebut parkir tepat di depan pintu rukonya hingga membuat seorang pria yang diduga pemilik ruko tersebut tidak bisa masuk.

Pria itu sudah menunggu lama, namun mobil tetap tidak ada yang memindahkan, hingga akhirnya ia menempelkan tulisan di mobilnya menggunakan kertas dan perekat.

Baca juga: PPKM Darurat Bergulir, Pemilik Mobil Wajib Parkir di Garasi

Tulisan tersebut ternyata memancing emosi pemilik mobil. Wanita tersebut tidak terima dan memaki pemilik ruko sambil merekam video. Adu mulut pun terjadi.

“Ini parkiran umum kan, kamu pasang tempelan kaya gini mobil sampai kotor begini, kamu mau bersihin? Kamu beli parkiran di sini?” ujar wanita dalam video tersebut.

“Ini ruko kami. Saya dari pagi enggak tempelin saya tunggu sampai siang baru tempelin, saya enggak bisa masuk," jawab pria pemilik ruko itu.

Menanggapi kejadian ini Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, terlepas siapa yang salah dan benar, ini hanyalah masalah etika.

Baca juga: Selama PPKM Darurat Bagaimana Layanan Operasional di Kantor Samsat?

“Memang ruko dan parkiran tersebut tidak dilengkapi papan penanda dilarang parkir, maka sah-sah saja kita mau parkir di situ. Tetapi, etikanya tidak lama (1 jam) mengingat itu ruang parkir khusus untuk penggunjung rukonya. Pemilik kendaraan tersebut juga harus menghormati pemilik tempat atau ruko,” ucap Sony saat dihubungi Kompas.com, Jumat (2/7/2021).

Sony melanjutkan, kejadian seperti ini memang kerap terjadi. Banyak pengemudi dalam kasus parkir, tidak pernah berpikir untung ruginya buat orang lain.

“Contohnya pada video tersebut atau memarkirkan kendaraannya di ruang yang bukan tempat parkir. Jadi jangan mau menang sendiri, kalau ditegur segera minta maaf dan kalau ditempeli tanda teguran itu jadikan pembelajaran ke depannya, selama tidak merusak ya sudah,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.