Begini Nasib Bus yang Berumur Lebih dari 25 Tahun

Kompas.com - 28/06/2021, 09:02 WIB
Salah satu armada bus AKAP PO Sinar Jaya Denny FirmansyahSalah satu armada bus AKAP PO Sinar Jaya

JAKARTA, KOMPAS.comBus yang ada di Indonesia saat ini terus dijaga kondisinya. Bahkan dibuat sebuah aturan yang membatasi usia pakai sebuah bus agar menjaga standar pelayanannya.

Aturan ini tertulis dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang. Bus antar kota, punya usia pakau maksimal 25 tahun.

Dengan adanya aturan tersebut, bus-bus yang ada di jalanan dan masih beroperasi memiliki kondisi yang masih prima. Tentu saja tujuannya demi keselamatan di jalan raya dan bisa mengurangi risiko celaka karena bus yang tidak terawat.

Baca juga: Hasil MotoGP Belanda 2021, Quartararo Juara, Rossi Kecelakaan

Bus trans Jawa pertama tengah menunggu penumpang di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (!4/2/2019) pagi.Dok. PO Putera Mulya Sejahtera Bus trans Jawa pertama tengah menunggu penumpang di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (!4/2/2019) pagi.

Lalu bagaimana nasib dari bus yang usianya sudah lebih dari 25 tahun?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebenarnya setiap Perusahaan Otobus (PO) memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Misalnya PO Putera Mulya Sejahtera yang sudah menjual busnya sebelum melewati usia pakai 25 tahun.

“Sudah ada aturannya, kalau punya kita, sebelum 15 tahun sudah dijual,” ucap Ismuyoko, Staf Operasional PO Putera Mulya kepada Kompas.com, Minggu (27/6/2021).

Baca juga: Karoseri Adiputro Kenalkan Bus Medium Monokok, Futuristik

Hal ini dilakukan karena bus yang dipakai tidak lebih dari 15 tahun memliki perawatan yang mudah. Namun berbeda kasusnya dengan PO Sumber Alam, bus yang sudah lewat usia pakainya, tinggal dijual kiloan atau sebagai suku cadang.

“Dipotong ya dijual kilo, kalau dirongsok paling cuma dapat Rp 20 jutaan. Kalau spare parts bisa dijual juga dan macam-macam, seperti mesin, transmisi, kaki-kaki, per, dasbor dan lain-lain,” ucap Anthony Steven Hambali, pemilik PO Sumber Alam, kepada Kompas.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.