Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tumbuh di Indonesia Timur, DFSK Targetkan 5.000 Unit Super Cab di 2021

Kompas.com - 20/06/2021, 14:11 WIB
Stanly Ravel

Editor

KLUNGKUNG, KOMPAS.com - Super Cab yang hadir sebagai mobil niaga ringan DFSK, rupanya memiliki animo positif dari sisi performa penjualan.

Meski sebagai pendatang baru, namun mobil buatan Cikande, Serang, Banteng ini sudah memiliki penggemar tersendiri, khususnya untuk kawasan Indonesia Timur.

"DFSK di Indonesia sudah 3 tahun, dari SUV, lalu Super Cab, dan satu lagi Gelora. Kebetulan Super Cab ini perfromanya sangat baik, terutama di Indonesia Timur. Mulai dari Sulawesi, Bali, dan Lombok," ucap Cing Hok, Sales & Marketing Director PT Sokonindo Automobile, kepada media di Klungkung, Bali, Minggu (20/6/2021).

Baca juga: Adu Mesin DFSK Super Cab Versus Daihatsu Gran Max Pick Up

Menurut Cing Hok, untuk pasar di Bali sendiri penerimaan Super Cab juga mulai tumbuh, terlebih ketika masa pandemi Covid-19 mulai melanda.

Saat perekonomian terimbas pandemi, menurut Cing Hong, pasar mobil di Bali sekarang mengalami perubahan dari kendaraan penumpang ke model niaga ringan. Hal ini pula yang mendasari DFSK untuk menggelar tantangan uji irit Super Cab di Pulau Dewata.

DFSK Super CabKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI DFSK Super Cab

"Hampir satu tahun tak ada kegiatan, imbas pandemi ini market di Bali geser lebih ke kendaraan komersial ringan, salah satunya Super Cab untuk industri kecil yang memiliki harapan untuk comeback," kata dia.

Menurut Cing Hok, dominasi konsumen Super Cab di Indonesia Timur dan Bali sendiri, rata-rata adalah distributor untuk bawa hasil perkebunan seperti bawang, sayur dan lainnnya, dan juga UMKM.

Baca juga: Daihatsu Jawab Nada Sumbang Soal Kontroversi Mesin 3-Silinder Rocky

Sementara untuk penjualan Super Cab, rata-rata per bulannya sekitar 350 sampai 400 unit per bulannya. Sementara dalam satu tahun, jumlah unit yang terjual sekitar 3.000 sampai 5.000 unit.

DFSK Super CabKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI DFSK Super Cab

"Tahun 2020 lalu itu hampir 5.000 unit, sementara untuk target di tahun ini juga sama, 5.000-an unit. Hal ini didukung data perfoma market share yang menunjukkan pikap lebih naik dibanding SUV, MPV, LCGC, dan truk yang mengalami penurunan," ujar Cing Hol.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com