Mitos atau Fakta, Ban Cadangan Diisi Nitrogen Bisa Bikin Getas?

Kompas.com - 30/05/2021, 14:01 WIB
Salah satu outlet pengisian ban dengan nitrogen yang ada di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok, Kamis (8/2/2018). Tampak peralatan pengisian terdiri dari mesin generator dan tabung kompresor. Kompas.com/Alsadad RudiSalah satu outlet pengisian ban dengan nitrogen yang ada di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok, Kamis (8/2/2018). Tampak peralatan pengisian terdiri dari mesin generator dan tabung kompresor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan gas nitrogen untuk mengisi tekanan udara dalam ban kendaraan makin umum dilakukan. Terlihat tempat-tempat pengisian gas nitrogen sudah mudah ditemui di berbagai tempat.

Sudah banyak orang memahami akan manfaat gas nitrogen untuk mengisi ban lebih baik dari angin biasa. Nitrogen memiliki ukuran partikel molekul yang lebih besar sehingga sulit merembes keluar melalui pori-pori ban. Berkat itu, tekanan udara dalam ban lebih stabil.

Meski begitu, ada mitos yang mengatakan bahwa mengisi ban cadangan dengan nitrogen dinilai merugikan.

Ada asumsi yang mengatakan bahwa suhu nitrogen yang lebih dingin dari angin biasa bisa mempercepat ban cadangan mengalami getas.

Baca juga: Viral Foto Motor Versus Sepeda, Ini Baiknya dari Sisi Safety Riding

Ban cadangan dipindah ke bagasi dan mengorbankan bangku baris ketiga. Terlihat dari sabuk pengaman yang masih muncul.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Ban cadangan dipindah ke bagasi dan mengorbankan bangku baris ketiga. Terlihat dari sabuk pengaman yang masih muncul.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bambang Widjanarko selaku Tire & Rim Consultant menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah mitos belaka. Sebab nitrogen malah dapat menghambat proses pelapukan.

"Memang suhu nitrogen lebih dingin dari udara bebas, tapi tidak membuat getas. Malah sebaliknya bisa menghambat proses pelapukan," ungkap Bambang kepada Kompas.com, Sabtu (29/5/2021).

Bambang menjelaskan, gas nitrogen memiliki sifat inert, yaitu sifat tidak mudah bereaksi dengan zat atau senyawa lain.

Baca juga: Terjadi Lagi Tabrakan Beruntun di Jalan Tol, Jangan Cuma Andalkan Skill

Mesin generator untuk memproduksi nitrogen di salah satu outlet penjualan ban yang melayani pengisian ban dengan nitrogen di Depok, Kamis (8/2/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Mesin generator untuk memproduksi nitrogen di salah satu outlet penjualan ban yang melayani pengisian ban dengan nitrogen di Depok, Kamis (8/2/2018).

Berbeda dengan oksigen yang memiliki sifat reaktif. Oksigen mudah bereaksi dengan zat atau senyawa lain. Reaksi pada oksigen ini dinamakan oksidasi.

Pada logam seperti besi, oksidasi bisa menimbulkan karat. Sementara pada karet oksidasi bisa menyebabkan getas.

Untuk ban yang posisinya tengah dipakai, nitrogen jelas mampu menjaga suhu dan tekanan udara dalam ban lebih stabil. Sementara pada ban cadangan, nitrogen tidak memberikan dampak buruk apapun.

Mengisi ban dengan gas nitrogen memang membutuhkan biaya yang lebih mahal dibanding dengan angin biasa. Namun manfaat yang dirasakan pun lebih besar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.