Kompas.com - 02/05/2021, 03:45 WIB
Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD) KOMPAS.com/GilangKendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Motor merupakan alat transportasi darat yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Pemandangan membonceng anak kecil di jok depan sepeda motor tentu sering kali dijumpai.

Ada banyak alasan yang digunakan oleh orang tua untuk membenarkan hal tersebut. Padahal perilaku membonceng anak kecil di jok depan motor sangat berbahaya apapun alasannya.

Baca juga: Masih Sering Terjadi, Salah Keluar Pintu Tol

Head of Safety Riding Wahana Agus Sani mengatakan, membonceng anak sebaiknya di belakang, karena membonceng anak kecil di depan memiliki risiko yang cukup besar dan membahayakan bagi anak.

Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)Otomania Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)

"Sebaiknya kalau mau membonceng anak kecil sebaiknya di belakang, itu pun kalau masih terlalu kecil harus ada alat bantunya. Soalnya banyak bahayanya kalau di depan," Kata Agus kepada Kompas.com, Sabtu (1/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Simak Harga Resmi Mobil Baru Toyota Raize di Surabaya

Anak kecil yang di bonceng di bagian depan akan berisiko terkena batu, kerikil, ataupun debu dari jalanan.

Karena pada saat berjalan, posisi kendaraan melawan arah angin. Terpaan angin yang cukup kencang juga berbahaya bagi anak terutama yang masih terlalu kecil.

Selain itu jok depan kendaraan di desain hanya untuk satu orang, jika ada anak kecil di depan maka tidak ada juga pegangan khusus yang aman untuk dibuat pegangan oleh anak.

Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran.

"Selain itu juga bisa mengganggu kenyamanan pengendara dalam mengendalikan kemudi, jika terjadi sesuatu bahaya yang mengharuskan bermanuver, keberadaan anak kecil di depan akan mengganggu pengendara," ucap Agus.

Baca juga: Nmax yang Dipakai di MotoGP Buatan Indonesia

Belum lagi jika terjadi kecelakaan, maka anak kecil yang di depan yang akan terkena dampak terlebih dahulu akibat kecelakaan.

Jika pengendara sayang terhadap anaknya, sebaiknya membonceng anak di belakang dengan pendampingan atau alat khusus agar keseimbangan dan keselamatan anak terjaga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X