Sepeda Motor Angkut Galon. Kesalahan yang Lazim

Kompas.com - 01/05/2021, 09:02 WIB
Tangkapan layar video sepeda motor bermuatan galon menyenggol median jalan saat sedang menyalip mobil dan hampir terjatuh, Jumat (30/4/2021). Akun Instagram @dashcam_owners_indonesiaTangkapan layar video sepeda motor bermuatan galon menyenggol median jalan saat sedang menyalip mobil dan hampir terjatuh, Jumat (30/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini beredar video seorang pengendara membawa beberapa galon air mineral dengan sepeda motor yang dimodifikasi dengan ditambah rak samping.

Dalam video yang diunggah oleh akun instagram @dashcam_owners_indonesia, Jumat (30/4/2021), terlihat pengendara motor hendak menyalip mobil. Namun, rak samping sepeda motor berisi galon yang ia bawa menyenggol median jalan sehingga nyaris terjatuh.

Sejatinya, mengangkut barang berat seperti galon air mineral dengan sepeda motor adalah kesalahan yang lazim.

Faktanya, membawa muatan berlebihan menggunakan sepeda motor memang melanggar peraturan. Motor yang membawa barang terlalu berat membuat pengendalian kurang stabil. Hal ini bisa menyebabkan kecelakaan.

Baca juga: Bus AKAP Mulai Alami Penurunan Penumpang

Pemerintah telah membuat peraturan untuk mencegah hal tersebut. Aturan tersebut tertulis dalam PP Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

 

Untuk barang bawaan di sepeda motor, peraturannya merujuk ke Pasal 10 ayat (4) dan Pasal 11. Disebutkan, muatan pada motor tidak boleh melebihi lebar setang kemudi. Selain itu, barang muatan juga harus ditempatkan di belakang pengendara.

Selain itu, dilihat dari aspek kinerja mesin motor, membawa beban berat membuat mesin berkerja lebih keras. Agus Sani selaku Head of Safety Riding Promotion Wahana menjelaskan mengenai risiko memaksa mesin untuk bekerja lebih berat.

Baca juga: Ini Motor Honda yang Paling Laris di Jakarta-Tangerang

"Muatan berlebih juga bisa merusak mesin. Perputaran mesin yang tinggi, tetapi tidak sebanding dengan kecepatan geraknya. Bisa mengakibatkan kendaraan mengalami overheat," kata Agus kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Namun, meski muatan yang dibawa sepeda motor telah sesuai dengan aturan yang berlaku, pengendara tetap harus menyadari bahwa ia tidak bisa melakukan manuver menyalip secara sembarangan. Salah-salah pengendara akan menciptakan kecelakaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X