Fenomena Bajing Loncat, Aptrindo Harap Ada Perhatian Lebih dari Aparat

Kompas.com - 30/04/2021, 11:02 WIB
Foto hasil screenshoot dari video saat kawanan bajing loncat sedang menurunkan karung beras dari sebuah mobil boks di Jalintim Palembang-Ogan Ilir.

 Dok. InstagramFoto hasil screenshoot dari video saat kawanan bajing loncat sedang menurunkan karung beras dari sebuah mobil boks di Jalintim Palembang-Ogan Ilir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bajing loncat merupakan julukan untuk aksi kriminal perampokan muatan truk yang tengah berjalan.

Aksi ini selalu melibatkan sedikitnya 2 orang pelaku. Satu orang mengendarai motor di belakang truk incaran, sementara kawannya memanjat bak truk untuk mengambil muatan.

Bambang Widjanarko selaku Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mengungkapkan, aksi bajing loncat ini tidak mengenal waktu. Bukan hanya malam hari, terkadang juga saat siang hari ketika lalu lintas sedang ramai.

Baca juga: Tanggapan Hino Soal Bocah Pengemudi Truk Trailer

"Bajing Loncat beroperasi setiap saat, pagi, siang, malam dan dimana saja, di pasar, di jalan lintas, di perkotaan," kata Bambang kepada Kompas.com, Kamis (29/4/2021).

Tidak hanya di jalur lintas Sumatera, bajing loncat juga terkadang ditemui di Jawa seperti di Jakarta dan Surabaya.

Video yang diduga pelaku bajing loncat. (FOTO: capture video/instagram).KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYA Video yang diduga pelaku bajing loncat. (FOTO: capture video/instagram).

"Kalau di Pulau Jawa paling banyak bajing loncatnya di jalan Yos Sudarso sampai ke arah Koja, Tanjung Priok. Lalu di kawasan Dupak dan Tanjung Perak Surabaya," ungkap Bambang menambahkan.

Ia mengakui bahwa hanya aparat berwenang yang mampu menumpas kawanan bajing loncat ini. Sebab para sopir truk tidak bisa melawan. Jika sopir truk sengaja menabrak pelaku bajing loncat, ditakutkan masalah akan makin panjang karena menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Tindak Tegas Travel Gelap, Pengawasan Hingga ke Medsos

Adanya tim patroli di Tanjung Priok memang dapat menurunkan angka kasus bajing loncat dan pemalakan sopir truk, namun seringkali aksi kriminal ini sulit diantisipasi.

"Bajing loncat tidak punya wilayah operasional tetap. Mereka melakukan aksinya hit & run. Ini yang menyebabkan aksi mereka sulit untuk diantisipasi," kata Bambang.

Memang mustahil bagi aparat berwenang untuk melakukan patroli penuh 24 jam di sepanjang ruas jalan. Namun Aptrindo berharap ada tindakan-tindakan lain dari aparat untuk menumpas habis para pelaku bajing loncat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X