Tsunami Covid-19 di India, Bagaimana Nasib Impor Suzuki dan Kia

Kompas.com - 30/04/2021, 08:42 WIB
Suzuki Baleno Hatchback Facelift KOMPAS.COM/STANLY RAVELSuzuki Baleno Hatchback Facelift

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus Covid-19 di India naik signifikan usai adanya pelonggaran. Mirisnya, tak sekadar penularan saja, tapi jumlah kematian pun melonjak tinggi sampai lahir istilah, tsunami Covid-19.

Efek dari itu, pemerintah Indonesia pun langsung mengambil langkah kebijakan untuk menolak masuk pelaku perjalanan internasional dari India sebagai langkah pencegahan.

Lantas bagaimana dampaknya terkait impor mobil dari negara yang memiliki julukan Bollywood tersebut, apakah terganggu atau ikut dihentikan sementara waktu ?

Pasalnya, beberapa agen pemegang merek di Tanah Air masih banyak yang mengandalkan basis produksi di India untuk kemudian diimpor ke pasar domestik. Adanya kerja sama ekoonmi antara ASEAN dan India juga membuat biaya impor mobil CBU jadi lebih murah, misalnya Suzuki dan Kia

Baca juga: Kasus Covid-19 di India Makin Parah, Produksi Motor KTM Terhambat

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra mengatakan, terkait unit-unit impor dari India, sejauh ini belum memberikan dampak atau menggangu penjualan Suzuki di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maruti Suzuki resmi memulai ekspor perdana Jimny buatan India ke pasar Amerika LatinMaruti Suzuki India Limited (SMIL) Maruti Suzuki resmi memulai ekspor perdana Jimny buatan India ke pasar Amerika Latin

"Untuk sejauh ini bagi kami Suzuki di Indonesia belum ada kendala. Memang di sana sedang tinggi lagi, tapi sejauh ini untuk produk impor belum ada pengaruh," ucap Donny kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Menurut Donny, selain karena skema antara perjalan orang dan pengiriman barang yang berbeda, Suzuki Indonesia sendiri memang lebih fokus pada produk-produk buatan dalam negeri.

Contohnya seperti XL7 dan Ertiga yang secara penjualan memang cukup baik, apalagi setelah diberikan relaksasi PPnBM. Selain itu ada juga Carry pikap yang masih mendominasi di segmen niaga ringan.

Baca juga: Raize Rocky Diproduksi Tahun Ini, Menperin Minta Lokal Konten 70 Persen

Kia Sonet 7-SeaterKOMPAS.com/Gilang Kia Sonet 7-Seater

Sementara untuk model impor atau yang didatangkan dari India, layaknya Ignis, SX4 S-Cross, dan Baleno, menurut Donny stok unitnya dalam kondisi normal.

"Fokus kami memang dari tahun lalu lebih ke produk lokal, sehingga memang tak begitu berpengaruh besar terdapat Covid-19 yang kembali naik di sana (India)," ucap Donny.

Kondisi serupa coba dijelaskan oleh pihak PT Kreta Indo Artha (KIA) selaku pemegang merek Kia di Indonesia. Menurut Ario Soerjo, Marketing Development Division Head KIA, kondisi buruk yang terjadi di India belum berpengaruh sampai Indonesia dalam hal pasokan otomotif.

Baca juga: KIA Sonet 7 Penupang Sudah Bisa Dipesan di Jawa Tengah

Test Drive Kia SeltosStanly-Kompas.com Test Drive Kia Seltos

"Sampai saat ini kami belum ada pengaruh, jadi masih aman-aman saja," kata dia.

Seperti diketahui, meski brand asal Korea Selatan, namun kedua produk SUV terbarunya, yakni Sonet dan Seltos, diimpor secara CBU dari India.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.