Insentif PPnBM Mobil 1.501-2.500 cc Hanya Menguntungkan Satu Pihak?

Kompas.com - 24/04/2021, 15:50 WIB
Pekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perluasan pemberian diskon pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM untuk mobil baru dengan kategori 1.501 cc-2.500 cc dinilai tidak memiliki dampak luas karena hanya menguntungkan satu pihak saja.

Syarat tertentu yang tercantum serta ditetapkan di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 31/PMK.010/2021 pun hanya mengacu pada perkembangan merek otomotif raksasa saja.

Mengabaikan merek otomotif lain yang mulai berkomitmen di Indonesia. Demikian tanggapan pengamat otomotif Bebin Djuana saat berbincang dengan Kompas.com, Sabtu (24/4/2021) mengenai relaksasi pajak.

Baca juga: Ada Insentif dan Pameran, Pasar Otomotif Nasional Mulai Bergerak Positif

Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

"Pada sektor otomotif, ternyata insentif PPnBM berhasil menjadi trigger. Mobil medium-low yang awalnya saya perkirakan tidak berpengaruh, ternyata ada geliatnya terutama model Vios," katanya.

"Tetapi untuk yang 1.501-2.500 cc, ini hanya dinikmati segelintir merek (raksasa) saja, merek lain selamat berjuang sendiri," ucap Bebin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, pada awal komunikasi pemberian insentif pabrikan ingin menyelamatkan stok kendaraan tahun produksi 2020 yang menumpuk. Sebab, kala itu permintaan mobil anjlok imbas pandemi Covid-19.

Komunikasi tersebut kemudian gencar berdengung di asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) hingga disampaikan ke Kementerian Perindustrian.

"Inisiatifnya oleh merek besar, itu bocoran yang saya dapat," ungkap dia.

Baca juga: PPnBM Dongkrak Penjualan Toyota di Maret

Toyota Fortuner IIMS Hybrid 2021KOMPAS.COM/STANLY RAVEL Toyota Fortuner IIMS Hybrid 2021

Untuk diketahui, terdapat empat mobil yang berhak mendapatkan relaksasi PPnBM untuk mobil 2.500 cc. Di antaranya, Honda CR-V, Honda HR-V, Toyota Kijang Innova, dan Toyota Fortuner.

Keempatnya mendapatkan diskon potongan tarif PPnBM hingga 50 persen sampai dengan Agustus 2021. Bila dirinci dengan model mobil yang mendapatkan insentif (termasuk 1.500 cc ke bawah), Toyota mendapatkan keuntungan terbesar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.