Jelang Larangan Mudik, Ini Tarif Bus AKAP Jakarta-Malang

Kompas.com - 17/04/2021, 14:02 WIB
Bus-bus yang akan berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur. Foto diambil pada Selasa (14/4/2021). KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADBus-bus yang akan berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur. Foto diambil pada Selasa (14/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan informasi mengenai larangan mudik 2021, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono belum lama ini menyatakan tidak ada aktivitas penyekatan mudik sebelum 6 Mei 2021.

Tentu hal ini akan dimanfaatkan bagi sebagian masyarakat untuk melakukan mudik dini sebelum mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Meski begitu, sangat ditegaskan untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan. Terutama bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi umum.

Berbicara mengenai moda transportasi umum, salah satu yang kerap digunakan masyarakat untuk mudik adalah bus AKAP.

Baca juga: Optimalkan Produksi, Daihatsu Klaim Tak Serta-merta Penuhi Inden

Sejumlah calon penumpang berjalan menuju bis antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Bis Pakupatan, Serang, Banten, Sabtu (27/3/2021). Ketua DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bidang Angkutan Penumpang Kurnia Lesani Adnan menyatakan para operator angkutan saat ini menunggu petunjuk teknis larangan mudik Lebaran 2021 dan meminta ketegasan pemerintah dalam melarang dan menindak setiap kendaraan pengangkut pemudik Lebaran baik yang berplat kuning maupun berplat hitam untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/ hp.  ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN Sejumlah calon penumpang berjalan menuju bis antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Bis Pakupatan, Serang, Banten, Sabtu (27/3/2021). Ketua DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bidang Angkutan Penumpang Kurnia Lesani Adnan menyatakan para operator angkutan saat ini menunggu petunjuk teknis larangan mudik Lebaran 2021 dan meminta ketegasan pemerintah dalam melarang dan menindak setiap kendaraan pengangkut pemudik Lebaran baik yang berplat kuning maupun berplat hitam untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/ hp.

Dengan belum diberlakukannya larangan mudik, sebagian PO bus AKAP memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan penyesuaian tarif tiket.

Redaksi Kompas.com telah menilik beberapa PO bus AKAP dengan trayek Jakarta-Malang. Gunung Harta jadi salah satu PO yang akan menerapkan penyesuaian tarif tiket tersebut.

"Besok tujuan Malang sudah naik (harga) Rp 440.000," kata salah satu agen PO Gunung Harta di Terminal Pulo Gebang kepada Kompas.com, Sabtu (17/4/2021).

Melihat dari aplikasi pemesanan tiket daring pada Sabtu (17/4/2021) pagi, tiket PO Gunung Harta trayek Jakarta-Malang kelas layanan Eksekutif masih dihargai Rp 340.000.

Baca juga: Boleh Mudik Sebelum 6 Mei, Simak Harga Tiket Bus Jakarta-Banyuwangi

Peresmian Bus Damri Trayek Jakarta - MalangDOK. DAMRI Peresmian Bus Damri Trayek Jakarta - Malang

 

Berkaca dari info tersebut, penyesuaian tarif tiket bus AKAP trayek Jakarta-Malang untuk kelas Eksekutif diperkirakan akan naik sekitar 30 persen.

Untuk PO Medali Mas, tarif tiket masih Rp 330.000 dengan beberapa layanan standar kelas Eksekutif seperti sandaran kaki untuk tiap kursi, makanan ringan, air minum, bantal, dan selimut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X