[POPULER OTOMOTIF] Pengendara Boleh Melintas Wilayah Ini saat Mudik Dilarang | Harga Bekas Yamaha 125Z

Kompas.com - 16/04/2021, 06:02 WIB
Suasana lalu lintas di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam yang berbatasan dengan wilayah Cianjur  untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana lalu lintas di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam yang berbatasan dengan wilayah Cianjur untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah resmi melarang aktivitas mudik Lebaran tahun ini mulai 6-17 Mei 2021. Instansi terkait bahkan saat ini sudah menyiapkan berbagai rekayasa untuk menghalaunya.

Meski demikian, pemerintah tetap menerapkan sistem aglomerasi pada beberapa wilayah dan mengizinkan berpergian di dalam kawasan terkait diantaranya Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Artinya warga DKI Jakarta diizinkan mudik ke daerah tersebut, begitupun sebaliknya.

Selain berita tersebut, ada berita bagi para penggemar motor klasik. Seperti diketahui, semakin tua dan orisinil sebuah motor, maka semakin mahal pula harganya.

Begitu pun berlaku pada 125Z, motor bebek 2-tak bikinan Yamaha. Yamaha 125Z diproduksi di Malaysia sejak 1998 dan diimpor APM Yamaha di Indonesia saat itu sekitar tahun 2005.

Kini Yamaha 125Z sudah tidak diproduksi lagi. Sejak tahun lalu, harga Yamaha 125Z melambung drastis. Tembus hingga ratusan juta untuk unit istimewa.

Penasaran seperti apa, berikut ini 5 artikel terpopuler di kanal Kompas Otomotif pada Kamis, 15 April 2021.

1. Larangan Mudik Lebaran 2021, Pengendara Boleh Melintas di Wilayah Ini

Pos pemeriksaan SIKM di Kembangan, Jakarta BaratAkun instagram @info.jakartabarat Pos pemeriksaan SIKM di Kembangan, Jakarta Barat

Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, di mana pada kawasan tersebut tidak diberlakukan penyekatan.

Aglomerasi itu Jabodetabek artinya orang dari Jakarta yang ke Bekasi, boleh. Tapi enggak boleh sampai Karawang. Makanya kita cegat itu di pintu-pintu keluarnya Jabodetabek,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (14/4/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X