[POPULER OTOMOTIF] Truk ODOL Ditolak Masuk Negara Tetangga | Rencana Pemberian SIM Gratis

Kompas.com - 14/04/2021, 06:02 WIB
Ilustrasi truk ODOL di jalan tol. KOMPAS.com/STANLY RAVELIlustrasi truk ODOL di jalan tol.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI saat ini tengah mengupayakan Zero Truk Over Dimension Over Loading (ODOL) di tahun 2023.

Hadirnya truk ODOL kerap menjadi biang kerok rusaknya infrastruktur di Indonesia. Selain merusak infrastruktur yang akhirnya merugikan negara, ada permasalahan lain yang dialami truk ODOL.

Masalah lain yang dialami oleh truk ODOL di Indonesia yakni tidak boleh melintasi perbatasan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI Budi Setiyadi mengatakan, truk ODOL dari Indonesia dianggap tidak aman untuk masuk ke negara tetangga.

Selain itu, beberapa waktu lalu kabar digratiskannya biaya pengurusan surat izin mengemudi (SIM) sempat mencuat.

Hal ini diembuskan melalui pidato Presiden Joko Widodo pada awal 2021. Kabarnya, pemberian SIM gratis ini rencananya khusus disiapkan untuk masyarakat yang tidak mampu.

Meski begitu, Kasi SIM Polda Metro Jaya Kompol Agung Permana mengatakan, kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan.

Penasaran seperti apa, berikut ini 5 artikel terpopuler di kanal Kompas Otomotif pada Selasa, 13 April 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Masalah Lain Truk ODOL Indonesia, Ditolak Masuk Negara Tetangga

truk bawa kebutuhan pokokAndi RZ Tresia/Tribunnews truk bawa kebutuhan pokok

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI Budi Setiyadi menginginkan kalau truk-truk dari Indonesia bisa menyeberang ke negara tetangga tanpa harus masuk ke Terminal Barang Internasional (TBI) untuk memindahkan barangnya.

Saat ini, di lapangan, barang dari truk Indonesia harus dipindahkan terlebih dahulu ke truk dari negara tetangga.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X