Begini Strategi Beli Mobil Secara Kredit buat Keluarga Muda

Kompas.com - 13/04/2021, 14:41 WIB
Membeli mobil tak harus baru, Anda juga bisa memilih jenis mobil bekas berkualitas dan dengan metode pembayaran cicilan. SHUTTERSTOCKMembeli mobil tak harus baru, Anda juga bisa memilih jenis mobil bekas berkualitas dan dengan metode pembayaran cicilan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga nol persen untuk pembelian kendaraan bermotor resmi berlaku sejak awal Maret lalu. Dengan demikian, harga mobil baru menjadi lebih murah.

Kebijakan itu tentu bisa dimanfaatkan oleh keluarga muda yang ingin memiliki alat transportasi yang memadai.

Dengan memiliki mobil, seluruh anggota keluarga dan barang bawaan bisa dibawa dengan aman serta nyaman.

Baca juga: Masalah Lain Truk ODOL Indonesia, Ditolak Masuk Negara Tetangga

Namun, keterbatasan pemasukan atau jumlah cicilan yang sudah cukup banyak kerap menjadi penghalang. Terutama bagi orang-orang yang memiliki penghasilan di bawah Rp 10 juta.

Satu-satunya agar bisa memiliki mobil adalah dengan membelinya secara kredit. Calon konsumen bisa menabung dulu di awal untuk pembayaran tanda jadi atau DP, misalkan untuk mobil baru seharga Rp 190 juta.

Ilustrasi beli mobil secara onlinedrivenautos.com Ilustrasi beli mobil secara online

Perencanaan Keuangan dari OneShildt Financial Planning Budi Raharjo mengatakan, untuk awalan calon pembeli harus mempersiapkan DP, biasanya 20 persen dari harga jual mobil. Misal dengan menabung 2 atau 3 tahun sebelumnya.

“Untuk membayar cicilan, calon pembeli sebaiknya menyisihkan 15 persen sampai 20 persen dari total penghasilan per bulan untuk melunasi kewajiban,” ujar Budi, belum lama ini kepada Kompas.com.

Umpamanya gaji Anda sebesar Rp 6 juta, artinya harus menyiapkan dana sekitar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta untuk bayar angsuran.

Baca juga: Marc Marquez Bakal Unjuk Gigi di MotoGP Portugal

Selain itu, konsumen disarankan mengambil jangka waktu cicilan atau tenor maksimal 3 tahun atau 36 kali. Sebab biaya pemakaian mobil semakin lama akan semakin besar, terutama untuk biaya perawatan, pajak dan lainnya.

“Tapi kalau mobil dipakai untuk usaha atau taksi online, tidak masalah tenornya panjang. Soalnya pendapatan dari usaha tersebut dapat menutupi pengeluaran dari mobil,” kata Budi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X