Isi Bahan Bakar, Lebih Baik Pakai Nominal Rupiah atau Liter?

Kompas.com - 13/04/2021, 14:11 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbed-beda, tidak terkecuali dalam membeli bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Bukan berbeda dalam pilihan jenis BBM saja, tapi juga perilaku dalam membeli BBM berdasarkan nominal harga atau jumlah liter.

Kebanyakan pemilik mobil yang membeli BBM dengan nominal rupiah tertentu, tapi tidak jarang juga yang langsung mengacu pada jumlah liter.

Misalnya membeli bensin dengan nominal Rp 50.000, ketimbang membeli BBM sejumlah lima liter atau enam liter.

Baca juga: Begini Cara Pakai Aplikasi untuk Perpanjang SIM

“Kalau menurut saya sama saja, baik harga maupun liter. Karena kan dikonversikannya tetap ke liter. Misalnya beli bensin Pertamax Rp 50.000, dapatnya sekitar 5 liter sampai 6 liter. Sama saja kalau membeli 5 liter bensin akan Rp 50.000 juga,” ujar Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka Paimin, saat dihubungi Kompas.com, Senin (12/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi pengendara sepeda motor sedang mengisi BBM di SPBU Pertamina.Pertamina Ilustrasi pengendara sepeda motor sedang mengisi BBM di SPBU Pertamina.

Selain itu, membeli BBM dengan mengacu pada takaran nominal rupiah akan lebih mudah dan mempercepat transaksi, contoh Rp 100.000 atau Rp 150.000.

Sedangkan, jika mengacu pada liter, misal harga per liter Pertalite Rp 7.650, berarti Anda harus menyiapkan uang receh atau petugas SPBU harus menyiapkan uang kembalian.

Baca juga: Anubis Meluncur, Motor Listrik Lokal Bergaya Naked Adventure

Sebelumnya, memang ada anggapan yang beredar soal pembelian dengan patokan liter bisa menghindari kecurangan di SPBU. Namun, Paimin mengatakan, hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan.

“Sama saja (liter atau nominal rupiah). Ada baiknya konsumen memerhatikan pengisian dari awal hingga akhir, setelah itu minta truk transaksi kepada petugas agat bisa dilihat apakah uang yang dikeluarkan sesuai dengan jumlah takaran liter BBM yang dibeli,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X