Kebiasaan Buruk, Jangan Buntuti Iring-iringan Kendaraan Prioritas

Kompas.com - 06/04/2021, 16:01 WIB
Iring-iringan kendaraan yang membawa Presiden Joko Widodo melintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek usai diresmikan di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). Jalan tol tersebut akan dibuka untuk mendukung arus lalu lintas libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYIring-iringan kendaraan yang membawa Presiden Joko Widodo melintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek usai diresmikan di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). Jalan tol tersebut akan dibuka untuk mendukung arus lalu lintas libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini tidak jarang kita jumpai kendaraan bermotor yang mengikuti iring-iringan kendaraan dalam dalam pengawalan petugas. Hal ini bertujuan agar mendapat akses jalan lancar tanpa terhambat kemacetan.

Namun perlu dipahami, bahwa membututi kendaraan dalam pengawalan petugas bukan tindakan bijak.

Selain berpotensi melanggar lalu lintas, membuntuti iring-iringan kendaraan prioritas sangat berisiko dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Baca juga: Ternyata Remaja Perempuan Gemar Main Ponsel Saat Mengemudi

Training Director Safety Defensive Consultant Sonny Susmana mengatakan, semua yang beraktivitas di ruang publik harus tertib dan teratur demi kenyamanan dan keamanan bersama.

“Pengemudi seperti itu termasuk ke dalam tipe “Tourist", dia akan nebeng dan masuk rangkaian dan sesampai ketempat tujuan dia akan keluar rangkaian,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, pengemudi tipe itu tidak memahami etika dan kebersamaan dalam berlalu lintas, memanfaatkan situasi ini bukan cerdas tapi terlihat bodoh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemacetan akibat Iring-iringan Juara Timnas U-22 di Sekitar GBK pada Kamis (28/2/2019)KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARI Kemacetan akibat Iring-iringan Juara Timnas U-22 di Sekitar GBK pada Kamis (28/2/2019)

“Mungkin orang lain diam saja, tapi yang bersangkutan sudah mempermalukan diri sendiri. Nah bukan tanpa masalah, karena sering kali mereka menjadi benang kusut kemacetan lalu lintas,” kata Sony.

Sebetulnya tidak ada perbedaan hak antara satu kendaraan dengan kendaraan lain dalam menggunakan fasilitas jalan raya. Semua bebas menggunakan dan melewatinya sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak ada prioritas satu di atas yang lain.

Baca juga: Peran Auto2000 Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di Pulau Dewata

Namun, ada beberapa kendaraan yang mendapat prioritas di jalan dan harus didahulukan diantara kendaraan lain.

Kendaraan-kendaraan prioritas ini termaktub dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 tahun 2009 pasal 134. Jumlahnya ada 7, yaitu:

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit.
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia.
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara.
f. Iring-iringan pengantar jenazah.
g. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.