Ini Aturan Hukum Tak Boleh Kebut-kebutan di Jalan Raya

Kompas.com - 05/04/2021, 18:31 WIB
Inilah mobil emwah Lamborghini yang hancur menabrak tembok sebuah terowongan di Beijing, China setelah aksi kebut-kebutan yang dilakukan oleh dua orang pemuda berusia 20-an. Kedua pemuda itu akhirnya harus mendekam di penjara karena dianggap membahayakan warga dengan aksi ugal-ugalan mereka. AFP/BBCInilah mobil emwah Lamborghini yang hancur menabrak tembok sebuah terowongan di Beijing, China setelah aksi kebut-kebutan yang dilakukan oleh dua orang pemuda berusia 20-an. Kedua pemuda itu akhirnya harus mendekam di penjara karena dianggap membahayakan warga dengan aksi ugal-ugalan mereka.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi jalan sepi sering dijadikan ajang kebut-kebutan bahkan balapan liar. Padahal hal tersebut berbahaya karena bisa mengakibatkan kecelakaan.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, kebut-kebutan di jalan yang tampak sepi diintai bahaya yang tidak terduga.

Baca juga: Siap-siap, Razia Knalpot Bising Juga Incar Mobil

Balapan liar Foto: Istimewa Balapan liar

“Bagaimana pun jalan sepi itu adalah ruang publik. Dan hal ini memberikan peluang terjadinya kecelakaan fatal,” kata Jusri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Jusri mengatakan, beberapa kecelakaan fatal justru terjadi saat kondisi jalanan lengang. Sebab yang berpikir jalanan aman bukan hanya kita, tapi juga orang lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Lihat kecelakaan fatal yang terjadi dalam situasi sepi. Sepi justru berbahaya karena orang lain juga akan menganggap jalanan sepi dan tiba-tiba mereka melintas," katanya.

Baca juga: Insiden MotoGP Doha, Joan Mir: Miller Kelewatan, Sengaja Senggol Saya

Petugas saat mengatur arus lalulintas setelah terjadi tabrakan beruntun di KM 50 Tol Tangerang MerakISTIMEWA Petugas saat mengatur arus lalulintas setelah terjadi tabrakan beruntun di KM 50 Tol Tangerang Merak

Pengemudi mobil maupun pengendara sepeda motor tidak bisa asal memacu kendaraan. Peraturan itu diatur pada UU no 22 tahun 2009 tentang LLAJ pada Pasal 21.

Dalam peraturan tersebut disebutkan setiap jalan memiliki batas kecepatan paling tinggi yang ditetapkan secara nasional. Namun juga tergantung dari di kawasannya.

Pasal 21

1. Setiap jalan memiliki batas kecepatan paling tinggi yang ditetapkan secara nasional.

2. Batas kecepatan paling tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kawasan permukiman, kawasan perkotaan, jalan antarkota, dan jalan bebas hambatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.