Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Teknik Mengendarai Skutik Aman di Turunan Panjang

Kompas.com - 03/04/2021, 11:42 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Skuter Matik (skutik) merupakan motor yang bisa dibilang paling praktis digunakan saat ini. Sederhananya, skutik tidak perlu mengganti gigi maupun tarik kopling, cukup gas dan rem saja.

Karena kepraktisannya tadi, skutik jadi sering digunakan, bahkan untuk perjalanan ke luar kota. Ketika melakukan perjalanan, kadang menemui medan jalan yang berbukit dengan turunan panjang berjarak hingga beberapa kilometer misalnya.

Ada yang mengatakan kalau skutik cenderung mengalami blong ketika melalui turunan panjang. Padahal ada teknik tersendiri ketika melewati turunan panjang saat mengendarai skutik, berbeda dengan motor lain.

Baca juga: Pria Asal Sukoharjo Sulap Mitsubshi Galant Eterna Jadi Lamborghini

Touring Honda PCX 150Foto: AHM Touring Honda PCX 150

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, ketika jalan menurun dan gas tertutup penuh, mesin skutik memang terasa seperti los, tidak ada engine brake seperti motor manual.

“Kemudian penekanan rem skutik ketika keadaan mesin los tadi harusnya tidak ditarik penuh, melainkan agak pelan sampai kondisi motor melambat,” kata Agus kepada Kompas.com, Jumat (2/4/2021).

Agus menambahkan, ketika melewati jalan menurun, usahakan tetap membuka gas sedikit, jangan ditutup sampai habis. Hal ini dilakukan agar mesin tidak los seperti netral, motor tidak melaju dengan kencang jadi ditahan putaran rendah dari mesin.

Baca juga: Ada Tol Baru, Jasa Marga Klaim Serpong-Pamulang Cuma 5 Menit

“Lalu gunakan kedua rem untuk mengurangi laju skutik. Kemudian kalau belum mengusai medan yang dilewati, pelihara pandangan jauh ke depan agar dapat mengantisipasi pengereman secara tepat apabila ada potensi bahaya,” ucap Agus.

Penguasaan medan atau jalur yang mau dilewati itu penting. Dengan begitu, pengendara motor bisa tahu titik-titik bahaya seperti lubang, jalan licin, turunan panjang dan belokan tajam.

“Yang penting mata tetap ke depan, karena walaupun jalan pelan tapi matanya kemana-mana, enggak lihat ke depan, bisa bahaya juga,” ucapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com