Benarkah Kampas Rem Depan Mobil Lebih Cepat Habis Dibanding Belakang?

Kompas.com - 17/03/2021, 19:01 WIB
Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram. STANLY RAVEL-KOMPAS.comIlustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi pengguna mobil yang tinggal di perkotaan, masalah perawatan mobil harus diperhatikan. Sebab, ada beberapa komponen yang memiliki batas usia pemakaian.

Lama atau tidaknya usia komponen ini, selain dipengaruhi oleh kualitasnya, juga oleh perilaku pemilik kendaraan saat berkendara.

Mengingat, kadang ada pengendara yang mengemudikan kendaraannya tanpa mengikuti tata cara yang direkomendasi parbrikan. Alhasil, usia komponen pun jauh lebih cepat habis dan harus dilakukan penggantian lebih sering.

Baca juga: Honda Berharap Syarat TKDN untuk Insentif PPnBM Turun Jadi 50 Persen

Salah satu komponen yang sering dilakukan penggantian adalah bagian kampas rem. Komponen yang juga dikenal dengan nama brake shoe ini mempunyai tugas yang cukup berat, yakni untuk menghentikan atau mengurangi laju kendaraan.

Pada mobil, perangkat ini terbagi menjadi empat bagian, yakni dua di depan dan dua di belakang. Meski sama-sama digunakan saat berkendara, nyatanya usia dari keempat kampas rem tersebut tidak sama.

Kampas rem asli dan imitasi bisa dibedakan dari materialnya. Pada barang palsu lebih berkilau karena banyak menggunakan bahan metal sedangkan yang asli lebih kasar.Febri Ardani/KompasOtomotif Kampas rem asli dan imitasi bisa dibedakan dari materialnya. Pada barang palsu lebih berkilau karena banyak menggunakan bahan metal sedangkan yang asli lebih kasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan, hal ini disebabkan beban yang diterima oleh keempat kampas rem tidaklah sama saat digunakan.

Maka dari itu, meskipun empat kampas rem diganti secara bersamaan tetapi usai pemakainnya belum tentu sama.

“Biasanya kampas rem depan akan lebih cepat habis dibandingkan kampas rem belakang. Hal ini karena beban yang didapatkan oleh roda bagian depan lebih besar dibandingkan belakang. Perbandingannya bisa 60:40,” kata Didi beberapa waktu lalu kepada Kompas.com.

Baca juga: Polisi Razia Knalpot Bising di Depok, Motor Langsung Ditahan

Untuk masalah penggantian, Didi menyarankan, agar dilakukan secara bersamaan. Misalkan yang diganti kampas rem depan, maka sebaiknya keduanya diganti.

“Biasanya yang diganti itu dua sekaligus atau sepasang, kalau bagian depan ya kiri dan kanan diganti. Karena kiri dan kanan habisnya biasanya bersamaan,” kata Didi.

Begitu juga untuk kampas rem belakang, maka harus diberikan perlakukan yang sama melakukan penggantian kampasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.