Rencana Revisi PPnBM Kendaraan Listrik, Ini Kata Honda dan Toyota

Kompas.com - 17/03/2021, 17:31 WIB
Ilustrasi mobil listrik. The GuardianIlustrasi mobil listrik.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana untuk melakukan perubahan terhadap tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil listrik yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019.

Usulan ini dilayangkan dengan pertimbangan agar ada perbedaan selisih insentif yang lebih besar antara mobil listrik berbasis baterai murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) dengan kendaraan yang sebagian masih menggunakan mesin berbahan bakar fosil.

Dengan kata lain, pengenaan tarif PPnBM untuk mobil listrik tergantung dari dampak emisi karbon yang ditimbulkan. Adapun kendaraan listrik sebagian dimaksud ialah full hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan mild hybrid.

Baca juga: Penjualan Mobil Mulai Naik Signifikan Usai Ada Insentif PPnBM

Ilustrasi tempat pengecasan mobil listrik.PIXABAY.com Ilustrasi tempat pengecasan mobil listrik.

Menanggapi rencana itu, Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor Yusak Billy menyebut bahwa langkah dimaksud merupakan salah satu bentuk ketegasan pemerintah untuk menyambut era elektrifikasi kendaraan.

Sehingga, membuat perencanaan perseroan terhadap program mobil listrik berbasis baterai di dalam negeri semakin mantap serta cepat.

"Kini Honda terus menyusun strategi dan mempelajari untuk elektrifikasi di Indonesia yang tentunya didasarkan pada kondisi pasar, infrastruktur, dan kebutuhan dari konsumen," kata Billy kepada Kompas.com, Selasa (16/3/2021).

"Skema pajak bisa menjadi salah satu faktor pertimbangan, namun pada akhirnya kami ingin tetap menghadirkan produk yang benar-benar menjawab kebutuhan dari konsumen," tambahnya.

Hal serupa dipaparkan oleh Marketing Director Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy dalam kesempatan terpisah. Ia berharap, regulasi perpajakan bisa diimplementasikan secara konsisten dan jangan sampai berubah-ubah.

Baca juga: Ini Estimasi Harga HR-V 1.8L jika Dapat PPnBM 0 Persen

Penghitungan konsumsi BBM total 8 mobil hybrid dan PHEV dilakukan di Pulau Bali, hasilnya cukup mengejutkan.CUTENK Penghitungan konsumsi BBM total 8 mobil hybrid dan PHEV dilakukan di Pulau Bali, hasilnya cukup mengejutkan.

"Pada prinsipnya Toyota akan selalu mendukung arahan pemerintah untuk elektrifikasi kendaraan. Saat ini Toyota memiliki beberapa jenis mobil berbasis listrik, mulai BEV, PHEV, Hybrid, sampai FCEV," ujar dia.

Untuk diketahui, usulan revisi tersebut kali pertama disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (15/3/2021).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X