Temui Prinsipal Toyota, Kemenperin Kantongi Janji Ekspor ke 100 Negara

Kompas.com - 12/03/2021, 07:02 WIB
Toyota Camry 2018 mulai diproduksi di pabrik Toyota Kentucky carscoops.comToyota Camry 2018 mulai diproduksi di pabrik Toyota Kentucky

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melanjutkan misinya untuk melobi perusahaan otomotif raksasa asal Jepang pada hari kedua kunjungan bilateral, Kamis (11/3/2021).

Didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi, salah satu pihak yang ditemui ialah Toyota Motors Corporation (TMC) selaku prinsipal.

Pada pertemuan tersebut, disebutkan bahwa Toyota berkomitmen untuk memperluas pasar ekspor mobil buatan Indonesia ke 20 negara hingga 2024 mendatang.

Baca juga: Tambah Investasi Rp 11,2 T di Indonesia, Mitsubishi Mau Genjot Ekspor

Ekspor Toyota dari Indonesia sudah berjalan selama 30 tahun, jumlah unit yang diekspor sudah menapai 1 juta unit.TMMIN Ekspor Toyota dari Indonesia sudah berjalan selama 30 tahun, jumlah unit yang diekspor sudah menapai 1 juta unit.

"Toyota berkomitmen untuk memperluas pasar ekspor dari 80 negara saat ini menjadi 100 negara. Lalu, mengenai komitmen kendaraan listrik mereka tidak berubah," kata Agus dalam konferensi virtual, Kamis.

"Mereka tetap akan memproduksi kendaraan hibrida sebagai realisasi investasi 2 miliar dollar AS (Rp 28 triliun) sampai tahun 2024," lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya saja, belum ada informasi lanjutan mengenai produk kendaraan ramah emisi tersebut. Begitu pun tentang penyesuaian dan persiapan pabriknya.

Agus menambahkan, melalui komitmen itu pula, kapasitas produksi kendaraan Toyota di Indonesia akan naik mencapai 250.000 unit per tahun dan 411.000 unit mesin pada periode sama.

Baca juga: Menperin Juga Mau Temui Prinsipal Toyota, Honda, dan Suzuki di Jepang

Ilustrasi mobil-mobil yang diparkir di stock yard.TMMIN Ilustrasi mobil-mobil yang diparkir di stock yard.

Kemudian, Toyota juga segera mempersiapkan diri untuk menyasar pasar Australia sebagai salah satu negara tujuan ekspor, baik dalam hal produk maupun aspek pendukung lain.

"Kami sudah sampaikan ke Toyota untuk segera masuk ke pasar sana (Australia) dan mereka mempertimbangkannya, menyesuaikan dengan produk yang cocok untuk Australian market," ucap dia.

"Nanti saat saya kembali, saya mau dengar konsepnya seperti apa. Tapi dari gesture mereka, responsnya baik," kata Agus, menambahkan.

Baca juga: Insentif PPnBM, Industri Otomotif Nasional Ditargetkan Pulih 2023

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Perindustrian RI (@kemenperin_ri)

Sebelumnya, kabar Toyota akan melakukan investasi tambahan sebesar Rp 28 triliun kali pertama disampaikan Agus saat melakukan pertemuan dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji di awal 2021.

Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dengan memproduksi mobil hibrida dan listrik.

"Kami mendorong agar para pelaku industri Jepang dapat aktif berinvestasi di Indonesia. Apalagi, Pemerintah Indonesia bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan memberikan kemudahan izin dan berbagai insentif yang menarik," ujar Agus.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.