Jangan Nyalakan Lampu Hazard di Persimpangan, Ini Alasannya

Kompas.com - 10/03/2021, 09:12 WIB
Ilustrasi Lampu Hazard yang menyala saat kondisi hujan Grid.idIlustrasi Lampu Hazard yang menyala saat kondisi hujan
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak sedikit orang masih salah kaprah menggunakan lampu hazard. Penggunaan lampu kedap-kedip yang nyala bersamaan ini digunakan bukan peruntukannya.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan, ada beberapa kesalahan saat menggunakan hazard, salah satunya dipakai saat di persimpangan.

“Penggunaan lampu hazard sebagai indikator jalan lurus masih digunakan di beberapa daerah. Tentu saja hal tersebut salah kaprah, jika dilakukan malah membuat bingung pengendara lainnya dan bisa menyebabkan kecelakaan,” ujar Jusri kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Adu Kenyamanan Bus Eksekutif, Big Top atau Luxury Jakarta - Solo

Ilustrasi Lampu HazardOtomotifnet Ilustrasi Lampu Hazard

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, kesalahan lain yaitu menyalakan hazard saat hujan deras.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Fungsi lampu hazard itu bukan untuk hujan. Tapi hanya untuk kondisi darurat, misalnya mogok, kecelakaan lalu lintas, saat menepi di pinggir jalan, dan sebagainya,” ucap Sony.

Sony mengatakan, kalau tujuannya untuk memberi tanda kendaraan lain saat hujan, lebih baik menyalakan lampu utama dan foglamp.

“Karena biasanya otomatis membuat lampu belakang ikut menyala, itu sudah cukup memberi tanda untuk pengguna jalan lainnya,” katanya.

Baca juga: Edisi Spesial Vespa 75th Anniversary, Dijual Terbatas Hanya di 2021

Ilustrasi lampu hazardautorepairschaumburgil.com Ilustrasi lampu hazard

Penggunaan lampu hazard sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 121.

Berikut aturan jelasnya:

1. Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan.

2. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku untuk Pengemudi Sepeda Motor tanpa kereta samping.

Maksud dari 'isyarat lain' adalah lampu darurat dan senter. Lalu kata 'keadaan darurat' diartikan sebagai dalam keadaan mogok, mengalami kecelakaan lalu lintas, atau sedang mengganti ban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.