Bisnis SPBU Bukan Monopoli Laki-laki

Kompas.com - 09/03/2021, 18:12 WIB
Petugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara ''flag-off'' dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara ''flag-off'' dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas.
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis bahan bakar minyak bukan monopoli laki-laki. Contohnya ialah Fransiska Suryaty yang kini mengelola lima SPBU Shell yang tersebar di DKI Jakarta.

Kiprah Suryaty bermula pada 2009. Saat itu perempuan asal Bogor ini mengatakan memasuki bisnis SPBU Shell di tengah kondisi bisnis lainnya yang tengah lesu. 

Baca juga: Harga Toyota Rush di Jawa Tengah Setelah Dapat Relaksasi Pajak

Saat itu dia sedang berusaha mencari peluang bisnis baru, dan tidak sengaja menemukan informasi untuk menjadi mitra SPBU Shell Indonesia di internet.

Fransiska SuryatyFoto: Shell Fransiska Suryaty

“Saat itu saya iseng mencari ide tentang bisnis apa yang bisa saya lakukan, dan nama Shell masih sangat asing di telinga saya. Tapi justru itu yang membuat saya sangat tertarik untuk membuka SPBU bersama Shell,” katanya dalam rilis resmi Shell, Selasa (9/3/2021).

Dia kemudian mempelajari dan melengkapi persyaratan dan ikut proses seleksi. Kini dia mengelola lima SPBU tersebar di Pantai Indah Kapuk, Pluit, S. Parman, dan Kemayoran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di awal, Suryaty mengatakan kesulitan menjalankan SPBU. Pihak Shell ingin membuka bengkel sebagai bagian dari pelayanan SPBU, hal yang sangat asing buatnya.

Suryaty juga berhadapan dengan tantangan mengelola sumber daya manusia (SDM). Mengelola SDM bukan perkara mudah karena tiap orang punya latar belakang pendidikan berbeda.

Baca juga: Tidak Ada Diskon untuk Mitsubishi Pajero Sport di Jawa Tengah

Fransiska SuryatyFoto: Shell Fransiska Suryaty

"SPBU pada dasarnya adalah bisnis jasa, sehingga sangat penting untuk memiliki anggota tim yang peka terhadap kenyamanan dan kepuasan pelanggan," tulis rilis.

Baginya, perempuan juga butuh dan harus mengaktualisasikan diri. Caranya yaitu dengan terus belajar dan berusaha memberikan yang terbaik.

Hal lain yang tak kalah penting ialah dukungan keluarga. Dukungan tersebut dapat diperoleh dengan selalu memastikan kualitas hubungan yang baik.

“Saya beruntung memiliki tim yang solid dan keluarga yang sepenuhnya mendukung apapun
yang saya lakukan. Saya dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi diri saya lewat berbisnis,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.