Kompas.com - 28/02/2021, 10:21 WIB
Sejumlah mobil milik anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang hadir saat acara kumpul bareng di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (4/3/2018). Kompas.com/Alsadad RudiSejumlah mobil milik anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang hadir saat acara kumpul bareng di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (4/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil baru memang kerap menjadi pilihan banyak orang, selain memiliki desain keren, berbagai fitur modern juga membuat mobil baru lebih nyaman dikendarai.

Meski demikian, tidak semua orang tertarik, bahkan di Jakarta masih banyak orang yang menggunakan mobil lawas untuk dipakai harian.

Padahal dengan teknologi yang sudah tertinggal, tidak semua orang bisa nyaman pakai mobil lawas.

Baca juga: Menikmati Insentif Pajak, Rocky-Raize Sudah Diproduksi Lokal ?

Setidaknya, butuh beberapa cara agar kendaraan ini bisa nyaman dan aman dipakai harian.

Pemilik bengkel Gearhead Mongkey Garage (GMG) Iman Kusumo mengatakan, secara umum mobil lawas dipakai untuk harian karena bisa tetap gaya.

“Orang bisa melihat lebih personal, mobilnya apa, yang punya siapa, dasarnya cocok untuk yang ingin tampil beda. Restorasi yang juga menunjukan bahwa orang ini punya selera.” ujar Imam saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/2/2021).

Electric Power Steering (EPS)Ghulam/Otomania Electric Power Steering (EPS)

Imam melanjutkan, pengguna mobil lawas untuk harian harus tetap memperhatikan kenyamanan dalam berkendara. Salah satunya dengan memasang AC dan power steering, terutama bagi yang belum dilengkapi fitur tersebut.

Selain itu, pengemudi juga harus rajin mengecek kendaraannya. Paling penting sebelum berangkat cek dulu air radiator, oli, BBM, serta memanaskan mesin mobil.

Baca juga: Royal Enfield Pandang Positif Tren Motor Custom di Indonesia

“Masalah klasik pada mobil lawas biasanya temperatur naik, atau bau bensin dan knalpot yang masuk ke interior. Belum lagi, kalau hujan biasanya atap pasti ada rembes,” katanya.

Hal itu terjadi lantaran bagian bodi atau karet-karet sudah mulai keropos atau minta diganti.

“Jadi supaya nyaman dipakai harian, mobil lawas memang harus didandani dulu,” kata Imam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X