Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Mayoritas Bus AKAP Mesinnya Ada di Belakang?

Kompas.com - 25/02/2021, 06:38 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang ada di Indonesia biasanya menggunakan bus besar. Berbeda dengan mobil pada umumnya, posisi mesin yang ada di bus kebanyakan ada di bagian belakang.

Walaupun di pasaran, ada juga sasis bus besar yang mesinnya ada di depan, untuk bus AKAP kebanyakan memakai model mesin yang ada di belakang. Mengapa begitu?

Deputy GM Product Division PT Hino Motors Sales Indonesia Prasetyo Adi mengatakan, bus dengan mesin belakang memiliki beberapa keunggulan jika dipakai untuk bus AKAP.

Baca juga: Komparasi Nissan Terra Lawan Toyota Fortuner dan Pajero Sport

Mesin belakang suaranya tidak masuk ke kabin, jadi terdengar lebih lembut. Kemudian untuk pemeriksaan dan perbaikan mesin lebih mudah,” kata Prasetyo kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Begitu juga pendapat dari Anggota Forum Bismania Indonesia Dimas Raditya. Dia mengatakan, selain membuat kabin lebih hening, suspensi yang digunakan bus mesin belakang cenderung lebih empuk.

“Lebih nyaman, karena setelan suspensi lebih empuk dan sudah banyak juga yang sudah mengadopsi suspensi udara,” ucap Dimas kepada Kompas.com.

Baca juga: Viral, Video Cewek ABG Bonceng Tiga Ngebut hingga Masuk Selokan

Suspensi yang disetel lebih empuk membuat penumpang merasa lebih nyaman ketika bepergian jauh. Selain itu, bus dengan menggunakan mesin belakang relatif lebih hemat dalam perjalanan jauh dengan kecepatan yang konstan.

Namun bus mesin belakang memiliki satu kekurangan daripada mesin depan, yakni soal harganya yang lebih mahal. Misalnya untuk sasis bus besar mesin belakang, paling murah sekitar Rp 700 jutaan, sedangkan bus mesin depam harganya bisa selisih Rp 100 jutaan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Detik-detik Serangan AS "Terangi" Yaman, Petinggi Houthi Jadi Sasaran
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau