Kelebihan dan Kekurangan Naik Bus AKAP Angkatan Pagi

Kompas.com - 24/02/2021, 07:12 WIB
Bus AKAP PO 27 Trans Java INSTAGRAM/27TRANSBus AKAP PO 27 Trans Java

JAKARTA, KOMPAS.com – Dahulu bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) juga terkenal dengan sebutan bus malam, karena perjalanannya yang 80 persen dilakukan saat gelap. Namun sekarang, infrastruktur jalan tol di Indonesia yang semakin baik membuat waktu tempuh naik bus jadi lebih singkat.

Karena waktu tempuh yang lebih singkat tadi, berbagai PO bus mulai mengoperasikan bus yang berangkat pagi atau dikenal dengan angkatan pagi. Bus yang berangkat pagi ini akan sampai tujuan di sore hari.

Bus angkatan pagi ini baru terkenal di area Jawa. Mengingat adanya Tol Trans Jawa, waktu tempuh bus yang berangkat sore dan pagi memiliki selisih waktu yang tidak begitu jauh. Lalu apa saja kelebihan bus angkatan pagi?

Baca juga: MPV Murah Januari 2021 Meredup, Penjualan Avanza Anjlok Livina Nol

Bus AKAP Setrafuat cepat selamat Bus AKAP Setra

Anggota Forum Bismania Dimas Raditya mengatakan, ada beberapa keuntungan dari naik bus angkatan pagi. Perlu diingat, kalau ini merupakan contoh jika berangkat dari Jabodetabek pagi menuju berbagai daerah di awa Timur.

“Kalau berangkat pagi, kelebihannya yaitu bisa lihat pemandangan. Kemudian karena sampai tujuannya sore, malamnya jadi bisa istirahat. Lalu servis makannya biasanya pas saat waktu makan siang,” ucap Dimas kepada Kompas.com, belum lama ini.

Namun kekurangannya, waktu tempuh biasanya lebih lama. Lalu saat di jalan, kurang bisa beristirahat dengan nyaman dibanding naik bus malam. Mengingat adanya cahaya matahari, istirahat jadi kurang nyaman karena masih terang.

Baca juga: Belajar dari Motor Ditabrak Bus, Pengemudi Harus Waspada Selama di Jalan

Kelebihan naik bus di malam hari yaitu waktu tempuh lebih cepat. Waktu berangkatnya juga menyesuaikan dengan jam kerja pada umumnya. Bisa beristirahat lebih nyaman daripada jalan pagi atau siang,” kata Dimas.

Dimas mengatakan, kelebihan naik bus malam yaitu sampai di kota tujuan waktunya pas, tidak terlalu pagi dan bisa langsung beraktivitas karena sudah beristirahat di bus. Namun kekurangannya, soal servis makan yang terlalu malam, bahkan bisa tengah malam.

“Jadi servis makan sudah lewat dari waktu makan malamnya. Naik bus di malam hari juga pemandangannya tidak ada,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X