Mitos atau Fakta, Mobil Mesin Turbo Lebih Berisiko Terjang Banjir?

Kompas.com - 22/02/2021, 17:21 WIB
Pengendara mobil melintasi genangan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (2/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Minggu (2/2) pagi menyebabkan beberapa ruas jalan di ibu kota tergenang banjir dengan ketinggian 10-50 centimeter. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APengendara mobil melintasi genangan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (2/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Minggu (2/2) pagi menyebabkan beberapa ruas jalan di ibu kota tergenang banjir dengan ketinggian 10-50 centimeter.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa mobil bermesin turbo cukup rentan terhadap banjir. Sebab, turbo memiliki sifat menyedot udara dalam jumlah besar sehingga akan berbahaya jika air tersedot dan masuk de dalam ruang bakar.

Saat kondisi tersebut sudah terjadi, air yang masuk ke dalam ruang bakar dapat menyebabkan fenomena water hammer. Di mana air mendapat tekanan yang sangat besar sehingga komponen yang ada di dalam mesin rusak akibat tekanan tersebut.

Baca juga: Tenang, Motor yang Terendam Banjir Bisa Benar Kembali Seutuhnya

Meski begitu, mobil bermesin tubro maupun non turbo sebenarnya sama-sama rentan terhadap banjir. Apalagi jika banjir yang dilewati tingginya melebihi setengah ban.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, turbo memang memiliki daya sedot udara melalui intake dua kali lipat lebih kuat dari mesin biasa.

“Jadi, kalau ada air lebih cepat menyedotnya daripada mesin non-tubro,” ujar Didi saat dihubungi Kompas.com, Senin (22/2/2021).

Sebuah mobil melintasi jalan yang terendam banjir di Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (14/9/2020). Banjir yang melanda Putussibau secara merata sejak Minggu (13/9/2020) kemarin tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir hingga melumpuhkan aktifitas masyarakat di kota setempat.ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSA Sebuah mobil melintasi jalan yang terendam banjir di Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (14/9/2020). Banjir yang melanda Putussibau secara merata sejak Minggu (13/9/2020) kemarin tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir hingga melumpuhkan aktifitas masyarakat di kota setempat.

Menurut Didi, paling penting melihat desain dari intake air duct. Desain air intake yang paling aman adalah lebih tinggi dari mesin, tidak memiliki lekukan ke bawah, dan tidak ada sambungan yang rentan terhadap kebocoran air masuk.

Namun Didi menegaskan, sebetulnya mobil non-turbo pun tidak dianjurkan untuk menerabas banjir. 

Baca juga: Cara Daihatsu Produksi Mobil Ramah Lingkungan Tanpa Elektrifikasi

Pada prinsipnya, kendaraan apapun jika banjirnya setengah roda ke bawah cenderung aman. Tapi, jika setengah roda ke atas sebaiknya pemilik mobil berhati-hati.

“Karena kalau berpapasan dengan kendaraan lain, ada menimbulkan efek gelombang air yang berisiko terhisap saluran air,” kata Didi.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X