Kompas.com - 22/02/2021, 17:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa mobil bermesin turbo cukup rentan terhadap banjir. Sebab, turbo memiliki sifat menyedot udara dalam jumlah besar sehingga akan berbahaya jika air tersedot dan masuk de dalam ruang bakar.

Saat kondisi tersebut sudah terjadi, air yang masuk ke dalam ruang bakar dapat menyebabkan fenomena water hammer. Di mana air mendapat tekanan yang sangat besar sehingga komponen yang ada di dalam mesin rusak akibat tekanan tersebut.

Baca juga: Tenang, Motor yang Terendam Banjir Bisa Benar Kembali Seutuhnya

Meski begitu, mobil bermesin tubro maupun non turbo sebenarnya sama-sama rentan terhadap banjir. Apalagi jika banjir yang dilewati tingginya melebihi setengah ban.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, turbo memang memiliki daya sedot udara melalui intake dua kali lipat lebih kuat dari mesin biasa.

“Jadi, kalau ada air lebih cepat menyedotnya daripada mesin non-tubro,” ujar Didi saat dihubungi Kompas.com, Senin (22/2/2021).

Sebuah mobil melintasi jalan yang terendam banjir di Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (14/9/2020). Banjir yang melanda Putussibau secara merata sejak Minggu (13/9/2020) kemarin tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir hingga melumpuhkan aktifitas masyarakat di kota setempat.ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSA Sebuah mobil melintasi jalan yang terendam banjir di Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (14/9/2020). Banjir yang melanda Putussibau secara merata sejak Minggu (13/9/2020) kemarin tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir hingga melumpuhkan aktifitas masyarakat di kota setempat.

Menurut Didi, paling penting melihat desain dari intake air duct. Desain air intake yang paling aman adalah lebih tinggi dari mesin, tidak memiliki lekukan ke bawah, dan tidak ada sambungan yang rentan terhadap kebocoran air masuk.

Namun Didi menegaskan, sebetulnya mobil non-turbo pun tidak dianjurkan untuk menerabas banjir. 

Baca juga: Cara Daihatsu Produksi Mobil Ramah Lingkungan Tanpa Elektrifikasi

Pada prinsipnya, kendaraan apapun jika banjirnya setengah roda ke bawah cenderung aman. Tapi, jika setengah roda ke atas sebaiknya pemilik mobil berhati-hati.

“Karena kalau berpapasan dengan kendaraan lain, ada menimbulkan efek gelombang air yang berisiko terhisap saluran air,” kata Didi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.