Tantangan Ketika Mengemudi Jarak Jauh pada Malam Hari

Kompas.com - 15/02/2021, 09:42 WIB
Honda BR-V dalam perjalanan 'Merapah 5 Warisan Budaya Batik' kompas.comHonda BR-V dalam perjalanan 'Merapah 5 Warisan Budaya Batik'

JAKARTA, KOMPAS.com – Perjalanan antar kota biasa dilakukan saat libur panjang, salah satunya Imlek, akhir pekan lalu. Saat ini, sudah memasuki arus balik menuju kota asal, di mana tidak sedikit pengemudi memilih jalan sore atau malam hari.

Alasannya, mengemudi pada malam hari cenderung jalan lebih sepi dengan suasana cuaca yang adem.

Memang ada benarnya, beberapa keuntungan dari mengemudi di malam hari yaitu adem dan kadang sepi. Namun dibalik itu, sebenarnya mengemudi di malam hari bukan waktu yang aman untuk mengemudi.

Training Director The Real Driving Centre Marcell Kurniawan mengatakan, ada dua hal yang menjadi tantangan ketika mengemudi di malam hari, kurangnya penerangan dan waktu biologis manusia.

Baca juga: Estimasi Harga Hatchback dan Sedan Usai Dapat Relaksasi PPnBM 0 Persen

Kondisi Tol Trans Sumatera di malam hariKOMPAS.com/Ruly Kondisi Tol Trans Sumatera di malam hari

“Saat malam, kemampuan spasial manusia menurun. Hal ini dikarenakan kurangnya pencahayaan dan hanya mengandalkan lampu kendaraan dan lampu jalan,” ucap Marcell kepada Kompas.com, Sabtu (13/2/2021).

Kemudian, mengemudi di malam hari masuk ke waktu tidur atau istirahat. Marcell mengatakan, kemungkinan pengemudi kelelahan atau mengalami micro sleep menjadi tinggi.

“Sehingga lebih baik tidak memaksakan diri untuk mengemudi di jam-jam tidur atau bila telah lelah,” kata Marcell.

Baca juga: Toyota Raize dan Daihatsu Rocky Punya Dua Mesin, Harga Dasar di Bawah Rp 200 Juta

Jika mempersiapkan diri dengan tidur sebelum berangkat, Marcell mengatakan memang bisa saja dilakukan, namun kurang efektif. Mengingat manusia jika dipaksa tidur bukan di waktunya, biasanya akan sulit dan tidak akan nyenyak.

“Begitu juga saat tubuh dipaksa bangun di waktu tidur, tubuh pasti menolak dan minta tidur,” ucapnya.

Namun jika terpaksa mengemudi di malam hari, pastikan menjaga jarak lebih jauh daripada saat siang hari. Jika biasanya jaga jarak tiga detik dengan kendaraan di depannya, saat malam ubah menjadi empat sampai lima detik jaraknya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X