Pakai Aplikasi Peta Digital tapi Kesasar, Simak Cara Amannya

Kompas.com - 15/02/2021, 08:02 WIB
ilustrasi Google Maps Googleilustrasi Google Maps

JAKARTA, KOMPAS.com – Ponsel pintar atau smartphone sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Untuk keperluan berkendara, ponsel pintar sangat membantu untuk mengarahkan jalan, terutama berkat fitur peta digital.

Namun tak sedikit orang yang menggunakan fitur Google Maps atau Waze malah mengalami salah arah.

Salah satunya seperti yang dialami pengemudi Toyota Avanza yang tersesat hutan Gunung Putri, Majalengka, Jawa Barat, Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Toyota Raize dan Daihatsu Rocky Punya Dua Mesin, Harga Dasar di Bawah Rp 200 Juta

Mobil Avanza dengan nomor polisi Z 1167 LD, yang tersesat di hutan Gunung Putri Majalengka Jawa Barat.(Kompas.com/ALWI) Mobil Avanza dengan nomor polisi Z 1167 LD, yang tersesat di hutan Gunung Putri Majalengka Jawa Barat.

Mobil berisi tujuh penumpang itu kabarnya tengah menuju Tasikmalaya, namun karena kabut dan hujan deras, ditambah belum mengenal jalan, mereka pun tersesat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fitur-fitur di smartphone yang seharusnya memudahkan kesulitan malah membuat pengemudi makin bingung, lantaran rute yang dipilih menjauhi jalan utama.

Training Director The Real Driving Centre (RDC) Marcell Kurniawan, mengatakan, penting bagi pengemudi untuk mempelajari rute yang bakal dilewati sebelum melakukan perjalanan.

Baca juga: Waspada Padat, Arus Balik Libur Imlek Ada Contraflow di Tol Cipali

Ilustrasi berkendara sambil mengoperasikan ponsel.Caradvice.com.au. Ilustrasi berkendara sambil mengoperasikan ponsel.

“Jadi sebelum jalan penting untuk melakukan rencana perjalanan,” ujar Marcell, kepada Kompas.com, Minggu (14/2/2021).

“Bisa dengan membuka Google Maps dan melihat rute yang disarankan, kemudian coba lihat areal-areal yang akan dilewati melalui foto 360 yang disediakan Google Maps,” katanya.

Sambil berjalan pengemudi disarankan untuk memantau rute yang akan dilewati. Jadi jangan sepenuhnya menyerahkan pada aplikasi di ponsel pintar.

Baca juga: Kemenkeu Setuju, Ini Alasan Mobil di Bawah 1.500 cc Dapat Diskon Pajak

Fitur untuk melaporkan kemacetan di Google Maps9to5 Google Fitur untuk melaporkan kemacetan di Google Maps

Penting juga untuk menyediakan lebih dari satu smartphone, untuk meminimalisir gangguan yang bisa terjadi. Misalnya hilang sinyal pada salah satu provider.

“Kemudian saat di jalan, jangan hanya mengandalkan 1 aplikasi, terutama bila diarahkan ke jalan yang kecil, coba gunakan 2 aplikasi, misalnya 1 Waze dan 1 lagi Google Maps, sehingga ada pembanding,” ucap Marcell.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X