Tol Cipali Ambles, Kemenhub Mau Batasi Truk Logistik yang Lewat

Kompas.com - 11/02/2021, 07:02 WIB
Truk ODOL di Jalan Tol KOMPAS.COM/STANLY RAVELTruk ODOL di Jalan Tol

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi jalan Tol Cipali yang amblas pada Km 122+400 arah Jakarta, membuat Kementerian Perhubungan berencana untuk melakukan pembatasan angkutan logistik atau truk barang sumbu tiga ke atas.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat tindak lanjut untuk membahas pembatasan tersebut.

Salah satu hal yang bakal ditekankan adalah soal perlunya pembatasan angkutan barang bagi truk sumbu 3 ke atas, misalnya pada periode Nataru dan Lebaran.

Baca juga: Isuzu Panther Resmi Pensiun, Simak Harga Bekasnya Mulai Rp 30 Jutaan

Kementerian PUPR bersama Astra Tol Cipali selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tengah melakukan sejumlah penanganan guna mempercepat pemulihan kondisi jalan Tol Cipali KM 122.Kementerian PUPR Kementerian PUPR bersama Astra Tol Cipali selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tengah melakukan sejumlah penanganan guna mempercepat pemulihan kondisi jalan Tol Cipali KM 122.

"Untuk rencana pembatasan operasional angkutan barang bagi truk sumbu 3 ini rencananya akan kami bahas lebih lanjut dengan pihak terkait maupun asosisi seperi Organda dan Aptrindo. Karena ini butuh komitmen kita bersama," ujar Budi, dalam keterangan resmi (10/2/2021).

Budi menambahkan, sejak terjadinya keretakan jalan tersebut pada Selasa (9/2/2021), maka di sepanjang ruas jalan terdampak dilakukan penanganan berupa contraflow, untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk perbaikannya akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Nantinya, akan ada pengurukan jalan di tengah yang dilakukan selama 10 hari agar jalan bisa dilalui sebanyak 4 jalur.

Baca juga: Kabar Baru Kehadiran Toyota GR Yaris, Harga di Bawah Rp 1 Miliar?

Kendaraan berbagai jenis terjebak kemacetan panjang di jalan arteri pengganti Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (15/03). Jalan alternatif yang diharapkan mampu mengatasi kemacetan di Jalan Raya Porong itu tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang lewat,sehingga justru menimbulkan kemacetan hingga lebih 6 Km. bisnis.com Kendaraan berbagai jenis terjebak kemacetan panjang di jalan arteri pengganti Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (15/03). Jalan alternatif yang diharapkan mampu mengatasi kemacetan di Jalan Raya Porong itu tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang lewat,sehingga justru menimbulkan kemacetan hingga lebih 6 Km.

Guna meminimalisir adanya keramaian dari warga setempat yang akan menyaksikan perbaikan jalan ambles tersebut, Budi meminta agar pekerjaan perbaikan jalan ditutup.

Dirinya juga mengimbau bagi masyarakat yang melintasi lokasi tersebut untuk tetap berhati-hati dan tetap menjaga jarak aman antar kendaraan.

Terlebih dalam kondisi cuaca ekstrem seperti beberapa waktu terakhir juga tetap mewaspadai curah hujan tinggi yang terjadi di beberapa daerah.

Baca juga: Balik Nama Kendaraan Bermotor Bisa Diwakilkan, Simak Syarat dan Mekanismenya

Astra Tol Cipali mulai perkerjaan pembuatan jalan sementaraASTRA TOL CIPALI Astra Tol Cipali mulai perkerjaan pembuatan jalan sementara

"Kami akan berkoordinasi dengan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Korlantas Polri, ada beberapa yang akan dilakukan untuk penanganannya,” ucap Budi.

“Untuk manajemen lalu lintasnya tadi sudah dibahas beberapa opsi penanganan seperti contraflow yang diperpendek 400 m sehingga akan menguruk jalan di tengah untuk dilalui, sehingga akan tetap ada 4 lajur seperti biasa tapi ini memang butuh waktu 10 hari," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X