Beda Ganjil Genap Bogor dan Jakarta, Salah Satunya Tak Ada Sanksi Tilang

Kompas.com - 06/02/2021, 06:59 WIB
Ganjil Genap Akhir Pekan di Bogor KOMPAS.com - Aditya MaulanaGanjil Genap Akhir Pekan di Bogor

BOGOR, KOMPAS.com - Berdasarkan Perwali No.110 Tahun 2020 Tentang PSBMK, dan SE No.440/693-Huk HAM Tentang PKMBM Dalam Rangka Penanganan Covid-19 di Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai Sabtu (6/2/2021) menerapkan sistem ganjil genap untuk kendaraan bermotor.

Aturan pembatasan kendaraan dengan sistem pelat nomor ganjil genap ini berlaku akhir pekan ini dan Jumat-Minggu pekan depan.

Namun, karena untuk mengurangi kerumunan dan mencegah penularan Covid-19, maka aturan ini dibuat lebih fleksibel.

Kabag Ops Polresta Bogor Kota Kompol Prasetyo Purbo Nurcahyo mengungkapkan, ganjil genap di Kota Bogor lebih pada Prokes (protokol kesehatan), jadi tujuannya agar tidak terjadi kerumunan massa di kota Bogor.

Baca juga: Bogor Terapkan Ganjil Genap, Bagaimana Ojek dan Taksi Online?

“Diskresi dari kepolisian bersifat situasional, lebih fleksibel tidak seperti yang diterapkan di Jakarta. Kalau di Jakarta ganjil atau genap tidak boleh masuk,” ucap Prasetyo di Bogor, Jumat (5/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bedanya lagi dengan aturan ganjil genap di Jakarta, yakni untuk di Bogor bagi pelanggar tidak akan dikenakan tilang.

Apabila angka terakhir di pelat nomor tidak sesuai tanggal ganjil atau genap, maka kendaraan akan diminta untuk putar balik.

Pemkot Bogor menerapkan aturan ganjil genap tiap akhir pekanari purnomo Pemkot Bogor menerapkan aturan ganjil genap tiap akhir pekan

"Tetapi kalau tujuannya jelas, misal mau kerja atau ada kantor di Bogor, tetap kita izinkan. Intinya harus ada bukti yang kuat kepada petugas bahwa kita keluar untuk keperluan tertentu," kata dia.

Kendaraan yang Kebal Ganjil Genap

Kondisi macet di Jl Kapten Muslihat, Kota Bogor. Banyaknya angkot yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan dituding sebagai biang keladi kemacetan.Warta Kota/Soewita Henaldi Kondisi macet di Jl Kapten Muslihat, Kota Bogor. Banyaknya angkot yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan dituding sebagai biang keladi kemacetan.

Pembatasan kendaraan bermotor ini tidak diterapkan secara menyeluruh, melainkan hanya kendaraan pribadi saja.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.