JAKARTA, KOMPAS.com - Intensitas hujan yang tinggi sering menyebabkan ruas jalan menjadi tergenang, termasuk yang menjadi langganan adalah wilayah DKI Jakarta.
Dalam kondisi cuaca seperti sekarang ini mau tidak mau mobil tetap digunakan untuk melibas jalanan yang tergenang atau guyuran air hujan.
Usai menggunakan mobil hujan-hujanan, sebaiknya langsung dibilas menggunakan air tawar atau sumur.
Langkah ini untuk menjaga agar kondisi mobil tetap terjaga dan terhindar dari efek buruk lumpur maupun air hujan.
Baca juga: Bisa atau Tidak SIM Gantikan KTP Saat Bayar Pajak Kendaraan?
Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, ketika mobil digunakan untuk menerjang guyuran air hujan atau jalan yang tergenang maka kotoran bisa saja menempel pada bagian mobil.
Sehingga, jika tidak segera dibilas atau dibersihkan menggunakan air tawar maka kotoran bisa mengering sehingga lebih susah dibersihkan.
“Setelah mobil digunakan saat hujan sebaiknya dicuci atau dibilas, tujuannya agar kotoran tidak menempel di bodi mobil maupun kacanya,” ujar Didi kepada Kompas.com, Senin (25/1/2021).
Dengan selalu membilasnya setelah terkena air hujan, Didi mengatakan, maka kotoran yang menempel pada mobil akan lebih mudah dihilangkan karena kondisinya belum mengering.
Baca juga: Ini Alasan Kenapa KTP Jadi Syarat Wajib Saat Bayar Pajak Kendaraan
“Kalau mobil segera dicuci maka kotoran yang menempel akan lebih mudah dibersihkan, tetapi jika dibiarkan sampai mengering susah saat dibersihkan,” katanya.
Christopher Sebastian, CEO XTO Car Care, mengatakan, air hujan bisa memberikan efek yang tidak baik pada mobil.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.