Tanpa Tunggu Vaksin, MotoGP 2021 Tancap Gas dengan Prokes Sama

Kompas.com - 21/01/2021, 08:42 WIB
Perangkat elektronik pada motor balap MotoGP bersifat krusial Boxrepsol.comPerangkat elektronik pada motor balap MotoGP bersifat krusial

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejauh ini, pandemi masih melanda hampir seluruh negara di dunia. Protokol kesehatan (prokes) pada gelaran MotoGP 2021 pun diyakini tak berubah seperti musim lalu.

Prokes yang ketat berhasil dilakukan pada MotoGP 2020. Meski demikian, tetap tak menutup kemungkinan ada anggota tim atau bahkan pebalap yang terpapar virus corona. Contohnya, Valentino Rossi dan beberapa pebalap lainnya yang sempat terbukti positif Covid-19.

Baca juga: Kenapa Sesi Tes Pra-Musim Sangat Penting di MotoGP?

Selain balapan hanya digelar di Eropa, tamu dari tiap tim atau wartawan juga tidak diizinkan untuk hadir. Hanya sekitar 10 fotografer dan presenter TV yang bisa meliput.

Valentino Rossi saat berlaga di MotoGP Eropa. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)JOSE JORDAN Valentino Rossi saat berlaga di MotoGP Eropa. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)

Tim pabrikan hanya dibolehkan membawa 45 orang ke paddock. Sedangkan tim satelit, hanya 25 orang. Untuk tim di kelas Moto2 dan Moto3, bahkan dibatasi hanya 12 orang, termasuk pebalap.

Wildcars juga ditiadakan untuk semua pabrikan. Total, hanya 1.300 orang saja diberikan akses ke paddock.

Sebelum ke sirkuit, tiap orang juga harus mengikuti tes PCR. Jika terbukti positif, maka harus menjalani karantina sampai terbukti negatif untuk bisa mendapatkan akses ke paddock.

Baca juga: Mengapa Banyak Pebalap MotoGP Latihan dengan Motor Motocross?

Dikutip dari Speedweek.com, konsep serupa akan diterapkan juga untuk musim ini. Namun, tergantung apakah rapid test antigen bisa digunakan. Lalu, ada harapan juga untuk beberapa anggota tim yang sudah divaksin, bisa melakukan perjalanan tanpa tes PCR.

Sayangnya, sulit memprediksi seberapa cepat 1.300 orang yang memiliki akses paddock tersebut dapat vaksin.

Dorna Sports juga tidak bisa menyediakan vaksin. Maka itu, tiap anggota tim diharapkan mendapatkan vaksin dari negaranya masing-masing.

"Saya warga negara Spanyol dan harus menunggu hingga saya bisa divaksin di Spanyol. Saya juga ingin mendapat imunisasi secepat mungkin," ujar CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta.

Marc Marquez hadir di MotoGP Catalunya@marcmarquez93 Marc Marquez hadir di MotoGP Catalunya

Ezpeleta menambahkan, pihaknya tidak bisa memastikan seberapa cepat anggota tim yang berada di Italia, Prancis, Austria, Jerman, Belanda, atau di negara lainnya mendapatkan vaksin.

"Saya memerkirakan semua negara di Uni Eropa memiliki situasi yang kurang lebih sama. Tidak ada kewajiban vaksin," kata Ezpeleta.

Situasi sirkuit saat balapan MotoGP di tengah pandemiMotorsportmagazine.com Situasi sirkuit saat balapan MotoGP di tengah pandemi

Ezpeleta mengatakan, ketika semua sudah divaksin, akan tetap tergantung pada negara yang menggelar GP. Apakah negara tersebut mengizinkan orang masuk tanpa menunjukkan hasil negatif tes PCR.

"Saya berharap 2021 tidak sesulit seperti 2021. Tapi, ini masih menjadi tahun yang kontroversial," ujar Ezpeleta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X