Video Truk Tabrak Pengendara Motor, Ingat Lagi Bahaya Mengantuk

Kompas.com - 15/01/2021, 16:51 WIB
Truk tabrak dua pengendara motor instagram.com/dashcam_owners_indonesiaTruk tabrak dua pengendara motor

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini, kecelakaan truk sering terjadi di Indonesia. Salah satu faktor terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan adalah faktor dari manusia atau human error.

Seperti contoh video viral yang diunggah oleh akun @dashcam_owners_indonesia. Dalam video berdurasi 21 detik tersebut, memperlihatkan dua pengendara motor yang di tabrak oleh truk berkecepatan tinggi saat baru keluar dari sebuah SPBU di Subah Batang.

Baca juga: Pahami Perbedaan Penggunaan Lampu Sein Bus di Jawa dan Sumatera

Kecelakaan yang menewaskan salah satu pengemudi motor itu diduga karena sopir truk kehilangan kendali lantaran mengantuk.

Berkaca dari kejadian ini, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, mengantuk sama bahayanya dengan berkendara dalam kondisi mabuk.

Oleh sebab itu, jangan pernah memaksakan, lebih baik berhenti sebentar untuk menghilangkan rasa kantuk tersebut.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

“Berkendara harus fokus untuk meminimalisir human error atau kealpaan saat mengemudi,” ujar Jusri belum lama ini kepada Kompas.com.

Agar bisa fokus, pengemudi harus memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik. Selain itu, pengemudi juga harus dalam keadaan sehat, tidak sedang mengantuk atau berada di bawah pengaruh obat-obatan.

Baca juga: Impresi Perdana Jajal Performa Nissan Magnite di Jalur Perkotaan

Untuk masalah mengantuk, menurut Jusri tidak ada obatnya selain tidur atau beristirahat. Sebab jika berkendara dalam kondisi mengantuk, kemampuan kognitif akan sangat menurun.

“Apalagi konteksnya dalam kecepatan tinggi, kadang-kadang mereka berkendara tanpa sadar bahaya di depannya sendiri,” kata Jusri.

Ilustrasi kecelakaan mobil terbalik.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil terbalik.

Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana menambahkan, mengemudikan kendaraan dalam kondisi mengantuk sangatlah berbahaya. Maka dari itu, sebaiknya pengemudi jangan memaksakan untuk berkendara dan mengambil waktu sejenak untuk beristriahat.

“Kalau tetap memaksa mengemudi dalam kondisi mengantuk, risikonya sangat besar. Bisa terjadi kecelakaan,” ucap Sony.

Untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima selama berkendara, Sony menambahkan, seorang pengemudi perlu beristirahat secara berkala.

“Idealnya, pengemudi wajib berhenti selama 30 menit setiap 3 jam sekali. Serta meluangkan waktu tiga menit untuk streching dan itu harus didukung oleh penumpangnya,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X