Kompas.com - 12/01/2021, 12:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini tersebar video di Instagram yang diunggah oleh akun Dashcam Indonesia, bus yang sedang menyalip truk di depannya. Aksi seperti ini juga biasa dikenal dengan istilah ngeblong.

Bus yang sedang ngeblong ini mengambil lajur lawan arah dan hampir menabrak mobil yang datang dari arah berlawanan. Dalam kolom komentar video, banyak yang memaklumi kalau bus di daerah tersebut memang memiliki kebiasaan seperti tadi.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, budaya di jalanan setiap daerah itu berbeda-beda. Untuk menghindari konflik, sebaiknya ketahui dahulu bagaimana budaya di tempat yang akan dilewati.

Baca juga: Saingi Tesla, Produsen Asal China Luncurkan Mobil Listrik Nio ET7

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

 

“Analoginya seperti ketika ingin memasuki suatu rumah, demi keamanan, kelancaran dan menghindari konflik, kita harus tahu budaya dari rumah itu. Kalau di jalanan ujungnya agar kita tidak mengalami kecelakaan,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Selasa (12/1/2021).

Dengan begitu, setelah mengetahui budaya mengemudinya, harus diikuti dan jangan mengubahnya. Budaya mengemudi ini bukan peraturan, tetapi perilaku yang sudah biasa dilakukan oleh banyak orang di daerah tersebut.

Baca juga: Masih Jadi Incaran, Harga Kijang Kapsul Bekas Mulai Rp 30 Jutaan

“Dengan memahami budaya tersebut, bisa menjadi bahan kita untuk mengantisipasi, jika terpaksa kita harus diikuti. Tapi harus diingat kalau ini bukan peraturan, dan tidak berlaku di daerah lain,” kata Jusri.

Jadi ketika sudah berpindah daerah, rubah referensi dan pola pikir. Kembali lagi cari budaya mengemudi yang ada di daerah baru tersebut, dengan begitu, pengemudi bisa mengantisipasi dan terhindar dari kecelakaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.