Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/01/2021, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklaim Pelabuhan Patimban mampu mendorong kinerja pengapalan mobil dalam bentuk jadi atau completely built up (CBU) lebih mudah dan efisien.

Hal ini seiring dengan lokasi pelabuhan yang strategis berada di Subang, Jawa Barat dan kondisi wilayah tidak padat seperti Pelabuhan Tanjung Priok. Sehingga, diharapkan ekspor otomotif bisa semakin meningkat.

"Pengiriman mobil CBU terutama dari sekitar kawasan industri di Karawang lebih efisien melalui Pelabuhan Patimban, baik tujuan ekspor maupun antar pulau," kata Budi dalam konferensi virtual belum lama ini.

Baca juga: Siap-siap, Tarif Tol JORR Naik Lagi

Jalan Akses Pelabuhan Patimban sepanjang 8,2 kilometer siap dilintasi dan melayani arus logistik pada Oktober 2020.Kementerian PUPR Jalan Akses Pelabuhan Patimban sepanjang 8,2 kilometer siap dilintasi dan melayani arus logistik pada Oktober 2020.

Menurut dia, keberadaan Pelabuhan Patimban juga akan memperkuat keadaan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai wilayah pengkapalan utama di Indonesia.

"Lebih jauh, ini bisa mengurangi kepadatan di Tanjung Priok yang seiring menyebabkan kemacetan di ruas jalan Bekasi dan Jakarta," ujar Budi.

Pada kesempatan sama, dirinya pun menyebut saat ini pembangunan fasilitas car terminal di Pelabuhan Patimban dan untuk pembangunan terminal peti kemas tahap pertama akan segera selesai.

"Dengan rampungnya car terminal ini, diharapkan dapat meningkatkan ekspor produk otomotif sebanyak 600.000 CBU per tahun," ucap Budi.

Baca juga: Sejarah Rem ABS, Berangkat dari Pesawat Jadi Standar Mobil Baru

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Perhubungan RI (@kemenhub151)

"Kita dapat memulai dengan prinsip efisiensi biaya dan waktu untuk beroperasinya pelabuhan terkait," kata Budi.

Data Gaikindo mencatat, produksi mobil di dalam negeri pada 2019 lalu mencapai 1,2 juta unit. Sementara jumlah penjualannya mencapai 1 juta unit di dalam negeri dengan komposisi ekspor mencapai 332.000 unit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.