Berhasil Bawa Suzuki Juara MotoGP, Davide Brivio Malah Mundur

Kompas.com - 08/01/2021, 09:42 WIB
Davide Brivio Foto: www.suzukiracing.comDavide Brivio

JAKARTA, KOMPAS.com - Manager Tim Suzuki Ecstar Davide Brivio resmi mundur meninggalkan Suzuki justru setelah berhasil merebut gelar juara dunia MotoGP 2020. Musim 2021, Brivio geser ke ajang berbeda, mengawangi tim tim F1 Alpine alias Renault.

Brivio pisah dengan Suzuki usai membawa Joan Mir merebut gelar Juara Dunia 2020. Pria asal Italia itu pindah setelah memimpin Suzuki Ecstar sejak 2015.

Pria asal Italia itu mengatakan berat untuk memutuskan pergi dari Suzuki dan dari ajang MotoGP. Tapi dia ingin mencoba pengalaman baru yang juga menantang.

Baca juga: Bawa Suzuki Juara Dunia, Davide Brivio Malah Pindah ke Formula 1

Suzuki GSX-RR jadi salah satu faktor penentu apiknya performa tim balap Suzuki Ecstar pada MotoGP 2020.Suzuki Racing Team Suzuki GSX-RR jadi salah satu faktor penentu apiknya performa tim balap Suzuki Ecstar pada MotoGP 2020.

“Tantangan dan peluang profesional baru tiba-tiba menghampiri saya dan saya memutuskan untuk menerimanya. Ini merupakan keputusan yang sulit," katanya dalam rilis resmi Suzuki Racing, Kamis (7/1/2021).

Bagian tersulit kata Brivio, adalah meninggalkan sekelompok orang luar biasa yang punya misi dan mimpi yang sama, mulai dari pimpinan, kru, dan para pebalap. 

"Saya merasa sedih dari sudut pandang ini, tetapi pada saat yang sama saya merasakan banyak motivasi untuk tantangan baru ini yang merupakan kunci ketika saya memutuskan untuk memperbarui kontrak atau memulai pengalaman yang sama sekali baru," katanya.

Shinichi Sahara, pemimpin proyek tim Suzuki Ecstar, mengatakan kepergian Brivio mengejutkan semua orang di Suzuki Ecstar dan juga dirinya.

Baca juga: Tak Kelihatan, Suzuki Ecstar Komentari Desain Nomor Baru Pol Espargaro

Shinichi SaharaFoto: Suzuki-MotoGP.com Shinichi Sahara

"Rasanya seperti seseorang mengambil bagian dari diri saya, karena saya selalu berdiskusi dengannya bagaimana mengembangkan tim dan motornya, dan kami sudah bekerja sama sejak lama," kata Sahara.

Meski demikian seperti ungkapan show must go on, tim harus menyongsong musim 2021. Sahara mengatakan tim akan berkerja keras untuk hasil terbaik musim depan.

"Sekarang kami mencoba menemukan cara terbaik untuk menutupi 'kerugian Davide'. Untungnya dalam banyak kasus saya memiliki cara berpikir yang mirip dengannya, oleh karena itu tidak terlalu sulit untuk menjaga arah yang harus kami tempuh sebagai tim," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X