Sulitnya Kontrol Mobil yang Mengalami Aquaplaning

Kompas.com - 07/01/2021, 18:11 WIB
Berkendara di musim hujan bisa menjadi tantangan tersendiri, termasuk terjadinya aquaplaning. Chevrolet IndonesiaBerkendara di musim hujan bisa menjadi tantangan tersendiri, termasuk terjadinya aquaplaning.

JAKARTA, KOMPAS.comMobil yang mengemudi di jalan tol saat kondisi basah dibayang-bayangi dengan bahaya aquaplaning. Aquaplaning ini terjadi saat mobil dengan kecepatan tinggi menerabas genangan yang cukup dalam, lalu ban kehilangan gripnya.

Biasanya jika ban sudah kehilangan grip ke aspal, mobil akan kehilangan kendali. Mobil bisa miring atau paling parah bisa terguling karena aquaplaning. Lalu jika mengalaminya, apakah bisa mengontrol mobil yang hilang kendali ini?

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, mengendalikan mobil yang mengalami aquaplaning membutuhkan skill tersendiri, yang bisa dilakukan saat pengemudinya tidak panik.

Baca juga: Tak Kelihatan, Suzuki Ecstar Komentari Desain Nomor Baru Pol Espargaro

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pertama, jangan panik lalu jangan injak rem dan gas. Lalu setir jangan di counter steering, tetap ikuti arah mobil ketika mengalami selip atau aquaplaning,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Kamis (7/1/2021).

Misalnya ketika bodi mobil tiba-tiba berbelok ke satu arah, ikuti dengan memutar setir, jangan dipaksa lurus. Sembari membelokan setir mengikuti arah bodi mobil, injak pedal kopling untuk mobil manual dan pindahkan transmisi ke posisi netral untuk mobil otomatis.

“Dengan kondisi free wheel, roda akan mengikuti momentum mobil. Jika tidak sama, akan terjadi engine brake sehingga bisa memperparah selip tadi,” kata Jusri.

Baca juga: Kecelakaan Eks Trio Macan, Ingat Lagi Aturan Pakai Sabuk Pengaman

Begitu sudah searah dan ban sudah mendapatkan cengkeramannya lagi, baru setir di kembalikan ke posisi lurus. Namun Jusri mengatakan, untuk melakukan teknik ini bagi trainer safety driving saja belum tentu bisa dalam sekali coba.

“Untuk pengemudi biasa, kecil kemungkinannya untuk bisa mengendalikan mobil yang mengalami aquaplaning, mereka biasanya panik,” ucapnya.

Jadi jika tidak ingin mengalami aquaplaning, lebih baik pengemudi tidak mengebut saat mengemudi di kondisi hujan dengan jalanan yang tergenang air. Hindari juga genangan air yang kelihatannya dalam karena ban bisa kehilangan cengkeramannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X