Jaga Etika Baik Saat Touring Libur Tahun Baru

Kompas.com - 30/12/2020, 18:41 WIB
Touring Honda PCX 150 Foto: AHMTouring Honda PCX 150

JAKARTA, KOMPAS.com - Touring merupakan salah satu kegiataan yang disenangi oleh para biker, mengunjungi suatu tempat yang jauh menggunakan motor kesayangan. Oleh karena itu, touring sering dilakukan oleh komunitas motor, biasanya pada akhir pekan atau libur panjang natal dan tahun baru seperti sekarang ini.

Namun terkadang, dalam pelaksaannya tidak diimbangi dengan kesiapan yang matang. Hal ini tentu berisiko dan niatan untuk bersenang-senang pun bisa berubah menjadi bahaya.

Baca juga: Begini Cara Jaga Jarak yang Aman Saat Mengemudi di Jalan Tol

Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan Edo Rusyanto mengatakan, ada beberapa hal yang sedianya menjadi perhatian ketika touring. Sehingga, perjalanan yang digelar bisa berjalan lancar dan justru tidak berubah menjadi ancaman keselamatan.

“Pentingnya mengelola perjalanan keluar kota secara berkelompok dengan sepeda motor (touring) adalah demi keselamatan bersama,” ujar Edo belum lama ini kepada Kompas.com.

Berikut ini adalah hal yang perlu menjadi perhatian para riders sebelum turing, di antaranya:

1. Manajemen perjalanan

Valentino Rossi dan Maverick Vinales touring bersama komunitasKOMPAS.com/Ruly Valentino Rossi dan Maverick Vinales touring bersama komunitas

Sebelum melaksanakan touring, sedianya para bikers atau komunitas perlu membuat rancangan perjalanan atau manajemen perjalan yang tepat.

Di dalam manajemen perjalanan itu tertuang berbagai hal, yakni sejak sebelum perjalanan dilakukan hingga setibanya di lokasi tujuan.

Misalnya, mengestimasikan waktu perjalanan, menentukan titik lokasi check poin untuk istirahat, pemilihan rute perjalanan, dan termasuk pembagian kelompok jika jumlah kendaraan yang ikut dalam kegiatan tersebut sangat banyak.

Baca juga: Salah Kaprah Soal Kencangkan Busi, Jangan Terlalu Kencang

“Manajemen perjalanan yang kerap disepelekan adalah bagaimana iring-iringan motor touring menjadi panjang. Maksudnya, saking panjangnya justru meminta prioritas kepada pengguna jalan lain. Ini menjadi berlebihan mengingat esensi turing adalah bersenang-senang, sedangkan yang mendapat prioritas adalah kelompok pengguna jalan yang penting dan genting,” kata Edo.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X