Jangan Jadi Biang Kerok, Begini Cara Selesaikan Konflik di Jalan Raya

Kompas.com - 30/12/2020, 08:22 WIB
konflik yang melibatkan pengendara SUV dan sedan premium di ruas jalan tol instagram.com/dashcamindonesiakonflik yang melibatkan pengendara SUV dan sedan premium di ruas jalan tol

JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa cekcok atau perkelahian antara pengguna kendaraan di jalan raya kerap terjadi. Terakhir peristiwa antara pengguna jalan melibatkan pengemudi SUV dan sedan mewah di salah satu ruas jalan tol.

Belum diketahui secara pasti penyebab dari konflik yang diunggah oleh akun instagram @dashcamindonesia tersebut. Namun, alih-alih mencari tempat aman untuk berhenti, kedua pengemudi tersebut justru memarkir mobil mereka di lajur kanan ruas jalan tol.

Baca juga: Ridwan Kamil Pakai Hyundai Ioniq dan Kona EV

Tindakan ini jelas membahayakan, sebab kendaraan yang melaju di jalan tol biasanya berkecepatan tinggi terutama yang berada di lajur kanan. Selain itu, kondisi tersebut juga membuat lalu lintas di sekitar mengalami kemacetan panjang.

Terkait hal ini Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana mengatakan, sebelum mengemudi, setiap manusia wajib berpikir positif. Artinya siap secara fisik maupun mental.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

“Mengemudi melibatkan emosi tidak akan aman, selain itu dapat berujung konflik sehingga baku hantam,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/12/2020).

Sony menambahkan, ketika berkendara sebaiknya kita menghindari pengemudi yang tidak terampil, ugal-ugalan dan agresif.

Baca juga: Hindari Perilaku Ini Saat Mengemudi di Jalan Tol

“Kalau terjadi insiden seperti kasus tersebut, harus ada kesadaran dari mereka untuk meminggirkan kendaraan di posisi kiri dan yang aman adalah di bahu jalan. Karena apabila tidak dilakukan maka akan menghambat berkendaran lain dan akan berbahaya sebab di lajur kanan rata-rata kecepatan kendaraannya lebih tinggi,” kata Sony.

Namun Sony menyarankan, apabila tidak ada titik temu lebih baik minta bantuan pihak yang berwajib.

“Jangan main hakim sendiri karena dapat berujung kasus pidana,” katanya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X