Jangan Asal, Begini Teknik Berbelok buat Pengendara Motor

Kompas.com - 23/12/2020, 18:21 WIB
Ilustrasi pengendara motor. M Ghalib for KompasOtomotifIlustrasi pengendara motor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbelok bagi pengendara motor ternyata tidak sesederhana yang selama ini dilakukan oleh khalayak. Hal ini berhubungan dengan keselamatan pengendara di jalan raya.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, berbelok bisa menjadi salah satu penyebab kecelakaan di jalan raya jika tidak dilakukan dengan benar.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Blind Spot Juga Ada pada Sepeda Motor

“Sisi belakang sepeda motor, di kiri maupun kanan, kerap tidak dilihat pengendara motor. Padahal bidang tersebut menjadi salah satu bidang yang tidak terlihat atau blindspot,” ucap Jusri beberapa waktu lalu.

Jusri mengungkapkan selama ini pengendara hanya mengandalkan lampu sein sebagai penanda untuk berbelok. Padahal penanda tersebut tidak cukup.

Kaca spion jadi faktor penting redam blind spot saat berekndara.Stanly/Otomania Kaca spion jadi faktor penting redam blind spot saat berekndara.

Hal lain yang perlu dilakukan setelah menyalakan sein adalah melihat kondisi bagian belakang keadaan dari kaca spion. Setelah dipastikan aman, pengemudi juga sebaiknya tidak memulai berbelok terlebih dulu sebelum melakukan satu kegiatan penting.

“Setelah melihat kaca spion aman, jangan langsung berbelok atau berpindah jalur. Menengok menjadi aktivitas selanjutnya. Jadi jika diurutkan proses untuk berbelok adalah menyalakan sein, melihat kaca spion, menengok ke belakang ke arah yang akan dituju baru berpindah jalur atau berbelok,” ujar Jusri.

Baca juga: Edukasi Pentingnya Pelumasan Mesin Industri Kelistrikan di Indonesia

Jusri mengungkapkan banyaknya peristiwa kecelakaan sepeda motor ditabrak dari arah belakang akibat kurangnya pemahaman memastikan keadaan aman sebelum berpindah atau bergerak.

“Di Indonesia infrastruktur berlatih keselamatan berkendara masih minim. Menengok ini bagian dari keterampilan pengemudi dan pengendara. Di luar negeri, menengok itu ada kewajiban untuk mendapatkan SIM meski kaca spion terpasang dengan baik,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X