Mobil Ditinggal Berlibur, Jangan Lupa Isi BBM Penuh bila Tak Mau Rugi

Kompas.com - 23/12/2020, 08:12 WIB
Ilustrasi indikator bensin youtube.comIlustrasi indikator bensin
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Momen libur panjang hanya tinggal menghitung hari. Meski banyak regulasi yang membuat perjalanan menjadi tidak semudah tahun-tahun sebelumnya, bukan berarti liburan akhir tahun akan dilewatkan begitu saja.

Nah, buat pemilik mobil yang berencana pergi ke luar kota menggunakan transportasi umum dengan waktu yang cukup lama, ada baiknya tidak asal meninggalkan kendaraan.

Selain harus memastikan keamanannya, penting juga untuk tidak meninggalkan mobil dalam kondisi bahan bakar yang menipis. Ada baiknya BBM mobil diisi penuh, atau minimal setenganya.

Baca juga: Catat, Akibat Kampas Kopling Aus Bensin Makin Boros

Menurut Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi, meninggalkan mobil dalam kondisi BBM yang kurang dari setengah dalam kurun waktu lama bisa membuat tangki mengalami proses kondensasi.

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

"Bila isi BBM hanya lima liter atau kurang dari setengah, menyebabkan ruang kosong di tangki semakin besar. Semakin banyak ruang kosong, semakin besar proses pembentukan air dari udara atau pengembunan yang memungkinkan air bercampur dengan bahan bakar," ucap Anjar kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurut Anjar, banyaknya ruang kosong pada tangki akibat BBM yang kurang dari setengah bisa menyebabkan terjadinya kelembapan. Terlebih, kasusnya mobil tidak digunakan berhari-hari.

Baca juga: Cara Aman Ganti Ban Mobil yang Bocor di Jalan Tol

Bila sudah lembap, selanjutnya proses kondensasi bisa cepat terjadi. Hal tersebut lantaran udara penyebab pengembunan juga makin banyak di dalam tangki, terlebih bila suhunya turun terus.

"Proses pengembunan memang ada di tangki, tapi kalau sering dibiarkan kosong (tangki) areanya makin besar. Otomatis potensi kandungan air dari proses kondensasi juga tinggi," ucap Anjar.

Ilustrasi mobil terparkir.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi mobil terparkir.

"Dampak dari air yang tercampur akan membuat performa mesin mobil menjadi bermasalah. Mulai dari tarikan yang berat, busi pincang, sampai mesin yang mati," kata dia.

Karena itu, sebisa mungkin mengisi bensin dalam kondisi full tank, atau sekurang-kurangnya setengah dari tangki guna menekan banyaknya ruang kosong.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X