Catat, Akibat Kampas Kopling Aus Bensin Makin Boros

Kompas.com - 29/11/2020, 12:41 WIB
Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual. Youtube/MaxresdefaultPosisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerusakan pada komponen kendaraan roda empat yang tidak segera dilakukan perbaikan atau diganti bisa berdampak pada bagian lainnya.

Seperti halnya kampas kopling pada mobil manual yang sudah aus. Perangkat mempunyai peran yang sangat vital pada kendaraan.

Yakni berfungsi membantu meneruskan daya dari mesin ke poros penggerak ini sehingga tenaga yang disalurkan bisa maksimal.

Akan tetapi, jika kondisi perangkat berbentuk piringan ini sudah rusak atau aus maka tenaga yang disalurkannya pun tidak akan maksimal atau terjadi selip.

Baca juga: Ditilang, SIM Juga Bisa Dicabut Ini Aturannya

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna mengatakan, pelat kopling yang sudah aus tidak akan bisa berfungsi maksimal.

satu set perangkat kopling yang sudah mengalami kerusakan.Ghulam/Otomania satu set perangkat kopling yang sudah mengalami kerusakan.

“Mobil memang masih bisa jalan, tetapi kemampuannya dalam menyalurkan tenaga dari mesin sudah tidak bisa maksimal atau 100 persen. Powernya juga tidak maksimal karena koplingnya sudah tipis dan pasti selip,” kata Suparna kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Suparna menambahkan, jika kondisi kampas kopling sudah tipis tapi tetap dipaksa digunakan akan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar.

Kampas kopling yang aus kondisinya sudah tidak 100 persen, misalkan hanya 80 persen. Maka mesinnya akan 20 persen lebih boros dibandingkan biasanya,” ujarnya.

Baca juga: Pelajar Bawa Motor ke Sekolah Tanpa SIM, Ini Sanksinya

Untuk itu, Suparna menyarankan, ketika pengemudi sudah merasakan gejala kampas kopling aus atau tipis dan terjadi selip saat dikendarai sebaiknya segera dilakukan penggantian.

Meskipun, usia pemakaian kampas kopling belum mencapai 80.000 kilometer atau rata-rata masa penggunaannya.

Ilustrasi mesin mobil overheatSHUTTERSTOCK Ilustrasi mesin mobil overheat

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X