Quartararo Gagal Raih Juara Dunia, Ini Kata Marquez

Kompas.com - 12/12/2020, 07:42 WIB
Fabio Quartararo dan Marc Marquez. Foto: IstimewaFabio Quartararo dan Marc Marquez.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo sempat mendominasi di awal balapan dengan merebut podium pertama di dua seri awal MotoGP 2020.

Namun, setelah penampilan gemilangnya tersebut, Quartararo justru tidak konsisten dan tampil naik turun. Pebalap berusia 23 tahun itu hanya bisa naik podium sekali yaitu di MotoGP Emilia Romagna dan harus puas mendapat peringkat kedelapan klasemen akhir MotoGP 2020.

Baca juga: Jorge Lorenzo Klarifikasi Soal Tudingan Penggelapan Pajak

Alhasil, Quartararo harus merelakan gelar juara dunianya kepada pebalap Suzuki Ecstar Joan Mir yang berhasil memimpin klasemen dengan raihan 171 poin. Sementara dirinya hanya mampu finis di posisi kedelapan dengan raihan 127 poin.

Situasi lantas mendapat komentar dari pebalap andalan Honda Marc Marquez. Marquez menilai Quartararo tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan saat di lintasan balap.

Pebalap Petronas Yamaha SRT asal Perancis, Fabio Quartararo, saat tampil pada sesi kualifikasi MotoGP San Marino, di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Sabtu (12/9/2020).AFP/ANDREAS SOLARO Pebalap Petronas Yamaha SRT asal Perancis, Fabio Quartararo, saat tampil pada sesi kualifikasi MotoGP San Marino, di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Sabtu (12/9/2020).

“Mengatasi tekanan terkadang lebih rumit daripada hanya sekedar kencang. Itu bukan hal yang mudah, memiliki beban keharusan untuk menang,” ujar Marquez dikutip dari Tuttomotoriweb, Jumat (11/12/2020).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi, sambung Marquez, Quartararo sebelumnya tidak pernah menjadi juara dunia di kelas-kelas yang lebih rendah. Jadi situasi ini merupakan hal yang baru bagi pebalap berdarah Prancis itu.

Baca juga: Setelah 16 Tahun, Akhirnya Alasan Rossi Pindah dari Honda ke Yamaha Dibuka

“Di MotoGP itu tekanannya besar sekali, dan segala pencapaian yang Anda terima mungkin membuat diri Anda tidak stabil jika tidak pernah mengalami hal serupa di kelas sebelumnya,” kata Marquez.

“Itulah mengapa saya ingin juara di Moto2 dulu sebelum tiba di MotoGP, karena menurut saya fase-fase itu penting,” tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X