Produsen Baterai Kendaraan Asal China Akan Bangun Pabrik di Indonesia

Kompas.com - 20/11/2020, 14:21 WIB
Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf Foto: Wikipedia/H.KashiokaBaterai Mobil Listrik Nissan Leaf
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen baterai kendaraan listrik asal China, Contemporary Amperex Technology Limited (CATL) tengah menyiapkan pembangunan pabrik sebesar 5,1 miliar dollar Amerika Serikat atau Rp 7,2 triliun di Indonesia.

Komitmen tersebut menyusul ketertarikan pabrikan terhadap perkembangan hilirisasi industri nikel di Tanah Air untuk mempersiapkan era elektrifikasi beberapa waktu lalu.

Melansir Paultan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadahlia menyebut CATL sudah tanda tangan dan sepakat kerja sama dengan PT Inalum dengan target pembangunan pabrik pada tahun depan.

Baca juga: Setelah Tesla, LG Chem Siap Tanda Tangan dengan Indonesia

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor virtual terkait rehabilitasi mangrove, Jakarta, Selasa (10/11/2020).Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor virtual terkait rehabilitasi mangrove, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

"Kami menandatangani perjanjian ketika kami berada di China baru-baru ini. Peletakan batu pertama, dimulai pada 2021," ujarnya, Jumat (20/11/2020).

CATL yang merupakan perusahaan baterai lithium terbesar di dunia akan menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan dan produksi baterai lithium ketiganya, setelah Tiongkok dan Jerman.

Di Indonesia CATL berencana mengembangkan pertambangan nikel, pabrik pengolahan nikel, pabrik material baterai litium sampai dengan pabrik mobil listrik.

Pabrikan juga akan mengajak mitra-mitra yang terkait untuk menginvestasi dan membangun perindustrian terkait juga di Indonesia. CATL sendiri sekarang bermitra dengan Tesla, Daimler, Hyundai, Honda, Toyota, Volkswagen, dan beberapa nama besar lainnya.

Baca juga: Bos Tesla Positif Covid-19, Luhut Batal Bertemu Elon Musk di AS

"Kalau minggu ini tidak ada perubahan, LG Chem dari Korea juga akan tandatangan," ujar keterangan tertulis dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada kesempatan terpisah.

Selain CATL, mitra dalam proyek ini adalah perusahaan baterai China GEM, pembuat baja tahan karat Tsingshan, perusahaan perdagangan Jepang Henwa, dan perusahaan kompleks industri lokal Indonesia Morowali Industrial Park.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X