Pengemudi Bus Masih Mengandalkan Pengalaman

Kompas.com - 04/11/2020, 17:41 WIB
Bus oleng tribunnews.comBus oleng

JAKARTA, KOMPAS.comBus merupakan salah satu alat transportasi darat untuk bepergian ke luar kota dengan biaya yang lebih ekonomis. Membaiknya infrastruktur tol juga mempersingkat perjalanan yang dilalui sambil naik bus.

Namun sayangnya, kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar ini masih saja terjadi. Misalnya yang baru ini terjadi antara bus baru PO STJ dengan Pajero di jalan tol. Belum lagi pengemudi yang ugal-ugalan sambil melakukan aksi oleng.

Selain itu, ketika mengemudi di jalan tol, tidak sedikit bus yang memacu kendaraannya dan tidak menjaga jarak dengan mobil di depannya. Tentu saja persoalan jaga jarak ini bersangkutan dengan keselamatan mengemudi.

Baca juga: Muat 7 Penumpang, Ini MPV Bekas Harga Rp 50 Jutaan

Bus AKAPJalur Bus Bus AKAP

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu mengatakan, pengemudi bus masih lemah dalam kesadaran untuk mengemudi secara aman, nyaman, lancar dan berkeselamatan.

“Seperti kita ketahui, proses seorang pengemudi bus atau truk di Indonesia untuk mendapatkan SIM umum, tidak berbasis kepada pelatihan, tetapi hanya empiris atau pengalaman saja,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Rabu (4/11/2020).

Sedangkan untuk mengemudi di jalan, bukan hanya persoalan hard skill, tetapi juga soft skill. Hard skill nya saja sudah salah, harus diperoleh dari sekolah atau training, bukan dari pengalaman.

Baca juga: Harga Motor Sport 250 cc Bekas, CBR250R Cuma Rp 19 Jutaan

“Sedangkan soft skill lebih kepada empati, moralitas, perilaku, komitmen, kesadaran, kesabaran, intelegensi. Hard skill sebagai bagian proses pengambilan SIM dan harus aman di jalan dan buat orang lain yang merupakan proses soft skill,” kata Jusri.

Jusri mengatakan kalau hal-hal di atas merupakan kelemahan yang terjadi di Indonesia. Sekolah truk, bus masih tidak ada di Indonesia, sedangkan kendaraan tersebut biasa menjadi biang kerok dari permasalahan lalu lintas.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X