Menjaga Jarak Aman Saat Mengemudi Bus Beda dengan Mobil Kecil

Kompas.com - 04/11/2020, 17:31 WIB
Bus AKAP PO STJ instagram/adiputro_officialBus AKAP PO STJ

JAKARTA, KOMPAS.com – Baru ini terjadi kecelakaan yang melibatkan bus baru milik PO Sudiro Tungga Jaya (STJ) dengan Mitsubishi Pajero Sport di jalan tol saat hujan. Kronologinya, mobil Pajero Sport yang ada di depan bus kehilangan kendali saat ingin menyalip kendaraan.

Pajero pun berputar ke depan bus dan tabrakan pun tidak dapat dihindari. Selain itu, jarak antara bus dengan Pajero sebelum kecelakaan memang sangat dekat. Perlu dipahami kalau jarak aman saat mengemudikan bus dan mobil biasa itu berbeda.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu mengatakan, dari peristiwa tersebut, bisa dilihat jarak mengikuti atau safe following distance tidak ada di antara Pajero dan bus tersebut.

Baca juga: Jangan Biasakan Isi Tangki Bensin Motor Sering Kurang dari Setengah

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Hati-hati tidaklah cukup... Jaga kondisi biar ga ngantuk saat mengemudi biar terhindar dari hal2 yg tidak di ijinkan, dan merugikan pengguna jalan lain nya

A post shared by SUDIRO_TUNGGA_JAYA (@sudiro_ig_official) on Nov 2, 2020 at 2:20am PST

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

“Dalam norma safety, safe following distance buat bus dan truk dalam kondisi normal yaitu lima sampai delapan detik dengan kendaraan di depannya,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Rabu (4/11/2020).

Perlu diingat kalau lima sampai delapan detik hanya pada kondisi normal. Sedangkan dalam kondisi tidak normal, seperti hujan, licin, gelap dan lainnya, maka jarak tersebut harus diperpanjang.

“Ketentuan jarak ini dari perception time dari pengemudi dan mechanical reaction time. Reaksi mekanikal ditambah bobot kendaraan maka kurang lebih lima sampai delapan detik dalam kondisi ideal,” kata Jusri.

Baca juga: Harga Mirip, Pilih All New Aerox 155 Connected ABS atau Nmax Standar?

Bus AKAP Sudiro Tungga Jayabus-truck.id Bus AKAP Sudiro Tungga Jaya

Kenapa waktunya lebih panjang dibanding kendaraan kecil, karena dimensi bus yang besar serta bobotnya yang berat. Sehingga saat mengemudikan bus butuh waktu yang lebih panjang untuk melakukan manuver, baik mengerem atau pindah lajur.

Bus tidak seperti mobil kecil yang bisa seketika reaksi mekanikalnya cepat. Sedangkan bus membutuhkan waktu yang lama prosesnya,” kata dia.

Jusri mengatakan, dari kejadian ini bisa disimpulkan kalau pemahaman keselamatan mengemudi dari pengemudi bus masih rendah. Pengemudi bus masih menyamakan membawa kendaraan besar dengan yang kecil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.