Partai Final MotoGP Portugal Tetap Digelar Tanpa Penonton

Kompas.com - 02/11/2020, 18:42 WIB
Mandalika Racing Team (MRT) Indonesia dikabarkan akan berpartisipasi pada kategori Moto2 dalam ajang MotoGP 2021 di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara (Dok. Shutterstock/mooinblack) Mandalika Racing Team (MRT) Indonesia dikabarkan akan berpartisipasi pada kategori Moto2 dalam ajang MotoGP 2021 di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara (Dok. Shutterstock/mooinblack)
|

PORTIMAO, KOMPAS.com - Seri terakhir MotoGP 2020 di Portugal akan dilaksanakan di Sirkuit Portimao, 22 November 2020. Meski demikian balapan akan dilangsungkan tanpa penonton.

Kepastian tersebut diucapkan oleh Perdana Menteri António Costa yang mengumumkan kemarin bahwa seri terakhir MotoGP di negaranya akan tetap digelar.

“Promotor telah diberitahu bahwa GP akan berlangsung tanpa penonton. Kami tidak diperbolehkan mengambil resiko lagi, jadi tidak dibolehkan (ada penonton)," kata Costa mengutip Speedweek, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Persiapan Mandalika Racing Team Indonesia untuk MotoGP 2021

Joan Mir saat berlaga di MotoGP Emilia Romagna@joanmir36official Joan Mir saat berlaga di MotoGP Emilia Romagna

Sebelumnya, muncul berita yang mengatakan partai final terebut terancam batal digelar sebab pemerintah Portugal memboikot acara. Sebabnya jumlah kasus positif Covid-19 kembali tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di satu sisi, keputusan menggelar balapan tanpa penonton bakal membuat seri terakhir tersebut jadi kurang berkesan. Apalagi diprediksi perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini akan ketat.

Baca juga: Catat, Ini Syarat dan Biaya Mengurus SIM yang Hilang

Fabio Quartararo saat balapan di MotoGP Emilia Romagna. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)ANDREAS SOLARO Fabio Quartararo saat balapan di MotoGP Emilia Romagna. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)

Keputusan ini juga membuat rencana awal sirkuit berantakan. Sebelumnya, Direktur Pelaksana Paulo Pinheiro menyebut pihaknya bisa menarik hingga 50.000 penonton.

Sekretaris Negara Kesehatan Portugal, Diogo Serras Lopes, menjelaskan, pihaknya harus hati-hati membuat keputusan. Tapi pada dasarnya kesehatan merupakan pertimbangan nomor satu.

“Perkembangan pandemi semua tindakan, peristiwa, dan segala sesuatu yang akan terjadi di masa depan harus dinilai ulang berdasarkan perkembangan, dan keputusan terbaik dibuat," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X